Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit: DBD Lambat Ditangani Sebabkan Kematian

Jika mengalami demam tinggi selama satu hari, ia menyarankan untuk langsung membawa ke rumah sakit

Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit: DBD Lambat Ditangani Sebabkan Kematian
Tribun medan/Ayu Prasandi
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Hasibuan. 

MEDIAN, TRIBUN.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Alwi Mujahit menyebut penyakit Demam Berdarah atau DBD akan mematikan jika terlambat mendapatkan penanganan.

Menurutnya, apabila lambat dideteksi kemungkinan pasien akan mengalami demam berat. Jika mengalami demam tinggi selama satu hari, ia menyarankan untuk langsung membawa ke rumah sakit. Sebab, jika dibiarkan lewat satu hari akan berbahaya terhadap pasien.

"DBD sebetulnya berbahaya kalau terlambat, cepat dideteksi itu aman. Bahaya kalau terlambat membawa dari rumah untuk dirawat ke rumah sakit," ucap Alwi Mujahit kepada Tribun Medan melalui sambungan telepon genggam, Kamis (5/9/2019).

Alwi Mujahit mengatakan, DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Jika sudah tergigit oleh nyamuk itu, maka virus akan langsung masuk ke dalam tubuh.

"Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Biasanya, jenis nyamuk ini menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang," ujarnya.

Penularan virus Dengue terjadi bila seseorang yang terinfeksi digigit oleh nyamuk perantara. Virus dari orang yang terinfeksi akan dibawa oleh nyamuk, dan menginfeksi orang lain yang digigit nyamuk tersebut. Virus Dengue hanya menular melalui nyamuk, dan tidak dari orang ke orang.

"Ditularkan melalui gigitan satu nyamuk ke manusia," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, Virus Dengue terbagi menjadi empat tipe, yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Ketika seseorang terinfeksi salah satu tipe virus Dengue dan berhasil pulih, maka tubuhnya akan membentuk kekebalan seumur hidup terhadap tipe virus tersebut. "Akan tetapi, kekebalan terhadap salah satu virus tidak menutup kemungkinan terjadinya infeksi oleh tipe virus Dengue yang lain. Bahkan, seseorang yang pernah terinfeksi virus Dengue lebih berisiko terinfeksi untuk kedua kalinya," ujarnya.

Ia mengatakan, demam berdarah ini dapat menyerang siapa saja, mau muda atau pun tua dapat terjangkit virus. Perihal ini kata dia, karena kita tidak dapat membersihkan lingkungan dengan baik. Biasanya, nyamuk ini berkembang biak pada air yang tertampung dalam satu wadah.

"Demam berdarah juga lebih berisiko dialami oleh bayi, anak-anak, lansia, dan orang dengan kekebalan tubuh lemah," ujarnya. Dirinya mengatakan, untuk mengetahui apabila anak terkena serangan DBD atau tidak, biasanya mengalami panas yang tinggi terlebih dahulu. Apabila panas tidak turun, ia meminta masyarakat untuk membawanya ke Puskesmas atau klinik terdekat dari rumah. "Bila mengalami panas tinggi, agar segera memeriksakan diri ke unit pelayanan kesehatan terdekat," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved