Viral Medsos

Kontroversi Disertasi Mahasiswa UIN Yogyakarta soal Hubungan Seks di Luar Nikah Halal Bersyarat

Disertasi Abdul Aziz di UIN Yogyakarta tentang dibolehkannya sex bebas antara lelaki dan wanita dewasa atas dasar Milkul Yamin

Kontroversi Disertasi Mahasiswa UIN Yogyakarta soal Hubungan Seks di Luar Nikah Halal Bersyarat
VIA SERAMBINEWS.COM
Ulama yang juga akademisi asal Aceh di Jakarta, Dr Tgk H Rusli Hasbi MA, mengajukan sejumlah kritikan atas disertasi S3 Abdul Aziz di UIN Yogyakarta tentang dibolehkannya melakukan sex bebas antara lelaki dan perempuan dewasa atas dasar Milkul Yamin 

Akademisi asal Aceh membongkar siapa sosok Muhammad Syahrur, sarjana teknik asal Suriah yang jadi dasar disertasi Abdul Aziz di UIN Yogyakarta tentang dibolehkannya sex bebas antara lelaki dan wanita dewasa atas dasar Milkul Yamin (Suka sama suka atau budak wanita yang dimiliki)

////

TRIBUN-MEDAN.COM - Ulama yang juga akademisi asal Aceh di Jakarta, Dr Tgk H Rusli Hasbi MA, mengajukan sejumlah kritikan atas disertasi S3 Abdul Aziz di UIN Yogyakarta tentang dibolehkannya melakukan sex bebas antara lelaki dan perempuan dewasa atas dasar Milkul Yamin.

Abdul Aziz mendasarkan kajiannya sesuai pemikiran Muhammad Syahrur, sarjana teknik asal Suriah.

Rusli Hasbi mengatakan, dirinya adalah mahasiswa asal Aceh, Indonesia, yang pertama membedah buku berjudul:

"Alkitab wal Quran" (Injil dan Quran-red) karya Syahrur di Wisma Nusantara Nasseer City, Cairo, pada tahun 1990.

"Saat itu saya baru selesai S1 di Universitas Al-Azhar dan sedang dalam persiapan belajar di S2," ujar Dr Tgk H Rusli Hasbi dalam pertemuan khusus dengan alumni Dayah Al-Furqan Bambi, Sigli, di Banda Aceh, Selasa malam (4/9/2019).

Rusli Hasbi yang baru pulang mendampingi jamaah haji plus asal Jakarta sengaja pulang ke Aceh untuk memberi pemahaman yang benar tentang Milkul Yamin dan sosok Muhammad Syahrur agar umat Islam di Aceh tidak ikut tersesat dan terjerumus dalam pemikiran sex bebas.

"Dari Jakarta saya tunggu-tunggu sikap, protes, dan penolakan dari ulama muda Aceh, tapi tak muncul-muncul.

Aceh sebagai pintu gerbang Islam di Asia Tenggara harus berdiri di garda depan dalam mempertahankan agama dari upaya-upaya perusakan dan penghancuran secara terstruktur dan sistematis oleh agen-agen Barat yang menyusup dalam sendi-sendi Islam di Indonesia," katanya didampingi Tgk H Daud Hasbi MA, mantan Kepala Dayah Jeumala Amal Pidie Jaya.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved