Mahasiswa USU Boyong Tiga Penghargaan Forum International Invention and Trade Expo 2019 di London

“Dimana kami menggunakan sampah atau limbah plastik untuk dijadikan material bahan pembuatan furniture sehingga bisa dijual kembali,” jelasnya.

Mahasiswa USU Boyong Tiga Penghargaan Forum International Invention and Trade Expo 2019 di London
Tribun Medan / HO
Winelda Mahfud ZH, Wahid Nurhayat, Azwin Harfansah Nasution dan Raajih Ismail Al-Faruqi saat berfoto menunjukkan produk inovasi dan penghargaan yang berhasil diraih di Forum International Invention and Trade Expo 2019 di London, Inggris. 

Mahasiswa USU Boyong Tiga Penghargaan Forum International Invention and Trade Expo 2019 di London

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Kali ini, empat mahasiswa yang tergabung dalam Schneider Team USU ini berhasil meraih tiga penghargaan di Forum International Invention and Trade Expo 2019 di London, Inggris.

Mahasiswa yang terdiri dari Winelda Mahfud ZH, Wahid Nurhayat, Azwin Harfansah Nasution dan Raajih Ismail Al-Faruqi mendapatkan tiga penghargaan berupa satu medali emas dan dua spesial award trophy dari Prancis dan Mesir.

Ke empatnya awalnya tidak menyangka bisa mendapatkan medali emas dan juga mendapatkan dua trophy dari Mesir dan Prancis tersebut karena melihat para peserta yang menghadirkan produk yang juga tak kalah bagus.

 “Kami berhasil menang dan mendapatkan tiga penghargaan di kegiatan inovasi bisnis di Forum International Invention and Trade Expo 2019 di London, Inggris,” ujar Ketua Tim, Winelda Mahfud ZH kepada Tribun, Kamis (5/9/2019).

Mereka berhasil memenangkan tiga penghargaan berkat inovasi yang berhasil dibuat mereka yaitu yang bernama Startup Palastik atau Palastik OTION (palastik zerO waste soluTION) “breakdown furniture” material utilization based on plastic composite waste.

“Total peserta ada sekitar 200 an dan dibagi per masing-masing sub tema. Kami sendiri ikut subtema material maju dengan mengusulkan projek kami yaitu Startup Palastik,” terangnya.

Ia menyebutkan, kemudian masing-masing peserta yang terpilih diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil dan karya tersebut di ajang internasional yang berlangsung pada tanggal 28 hingga 30 Agustus tersebut.

Mahasiswa Pendidikan Kedokteran Gigi ini menjelaskan, produk inovasi yang berhasil dibuat tersebut merupakan jawaban dari masalah mengenai limbah plastik yang besar dengan cara yang lebih konkrit, efektif dan menguntungkan.

Halaman
12
Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved