Peneliti Temukan Situs Sejarah Arca Abad 19 di Goa Kembar Langkat, Banyak Artefak Hilang Dicuri

Sepasang goa kembar lantaran rupanya terbentuk alami di antara hutan dan perbukitan kawasan Bukit Barisan.

Peneliti Temukan Situs Sejarah Arca Abad 19 di Goa Kembar Langkat, Banyak Artefak Hilang Dicuri
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kabupaten Langkat menyimpan situs sejarah yang berpotensi menjadi destinasi wisata sejarah manca negara. 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Kabupaten Langkat menyimpan situs sejarah yang berpotensi menjadi destinasi wisata sejarah manca negara. Situs Goa Kembar, objek wisata sejarah yang terletak di Dusun III Tambak Pajok, Desa Adin Tengah, Kecamatan Selapian, Kabupaten Langkat.

Sepasang goa kembar lantaran rupanya terbentuk alami di antara hutan dan perbukitan kawasan Bukit Barisan. Pada dinding goa dan sisi dalamnya, terdapat 10 arca atau patung kuno dan beberapa ukiran batu, yang diduga bagian dari kebutuhan prosesi adat dan peribadatan masyarakat Karo abad 19.

Goa Kembar dapat dikunjungi lewat perjalanan darat selama kurang dari tiga jam dari Kota Medan, untuk selanjutnya melintasi Jalan Lintas Langkat-Karo menuju Objek Wisata Pemandian Alam Desa Lau Kulap, Kecamatan Kuala.

Situs Goa Kembar dilalui perjalanan darat dari Kota Binjai menuju Kecamatan Salapian, dengan melewati Jalan Lintas Binjai-Bukit Lawang, yang ditempuh dalam waktu kurang dari dua jam.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Suprayitno MHum, kepada wartawa menuturkan, Situs Goa Kembar kemungkinan dibangun oleh para pendiri kampung sejak awal abad ke-19 Masehi.

"Berdasarkan beberapa sumber sejarah dan dokumen yang kita dapat, ada kemungkinan arca-arca, ukiran, dan beberapa artefak di sini dibuat oleh Toga Sembiring Brahmana pada abad 19, yang tidak lain si pendiri Kampung Tambak Pajok (Bendungan Kokoh)," ucapnya, Kamis (5/9/2019)

Meskipun demikian, Suprayitno belum dapat memastikan fungsi pembangunan Situs Goa Kembar di masa lalu, termasuk kebudayaan apa yang melatarbelakangi pembangunan seluruh artefak di tempat ini.

"Sejauh ini belum dapat kita pastikan, apakah arca di sini bagian dari sarana peribadatan masyarakat Karo dalam beragama apa, atau sebagai pusat pelaksanaan ritual pada sistem kepercayaan Pamena," terangnya.

Suprayitno mengaku, pihaknya akan terlebih dahulu melalukan uji laboratorium terhadap arca dan ukiran batu yang ada, demi memastikan usia artefak pada Situs Goa Kembar. Katanya, pihaknya akan cari tahu juga, apakah ini ada kaitanya dengan temuan tulang-belulang manusia di dalam Goa Kembar, yang saat ini pun sedang menjalani proses uji laboratorium.

Parwoto cucu dari pendiri Kampung Tambak Pajok, Toga Sembiring Brahmana menyatakan, Situs Goa Kembar saat ini kondisinya cukup memprihatinkan dan telah banyak mengalami perubahan. Katanya, tidak ada perhatian khusus pemerintah

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved