Diteriaki Maling, Dua Curanmor Ditangkap Pegasus Polsek Sunggal

Yasir mengatakan setiap satu sepeda motor mereka jual dengan harga Rp1,5Juta dan uang hasil kejahatan digunakan untuk foya-foya.

Diteriaki Maling, Dua Curanmor Ditangkap Pegasus Polsek Sunggal
Tribun Medan / Sofyan Akbar
Dua pelaku curanmor yang diamankan Pegasus Polsek Sunggal, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) ditangkap Pegasus Polsek Sunggal sebelum ditangkap kedua pemuda ini diamankan massa karena ketahuan saat melakukan aksinya.

Kedua pelaku curanmor itu masing-masing, Edo Ramadani alias Tembong (22) warga Jalan Sei Mencirim, Pasar V, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang dan Muhammad Wiranda (23) warga Jalan Sei Mencirim, gang Turi, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi menceritakan kejadian curanmor terjadi pada Kamis (5/9/2019) sekitar 15.00 WIB korban yang diketahui bernama Kristian Aginta Pasaribu (21) warga Jalan Sei Batang Hari, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal membuat laporan ke Polsek Sunggal karena telah terjadi pencurian di teras rumah korban.

"Saat kejadian, korban melihat tersangka sedang mengambil sepeda motor dari depan teras rumahnya. Dan korban pun berteriak maling sambil mengejar pelaku,"terang Yasir Ahmadi, Jumat (6/9/2019).

Diwaktu yang sama, aku Yasir, korban melapor ke Polsek Sunggal dan selanjutnya tim Pegasus langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

"Tim melihar tersangka sudah diamankan warga bersama barang bukti dan kita langsung membawa kedua tersangka dan barang bukti ke kantor,"ujarnya.

Kepada petugas kedua tersangka mengaku sudah melakukan aksi pencurian sebanyak 10 kali, yaitu di Jalan Binjai Km 12 dengan barang bukti berupa Honda Supra X, Jalan Binjai Km 16 Diski barang bukti Honda Beat, Jalan Payageli depan Indomaret berupa Honda Beat, Jalan Sei Mencirim depan pajak Rebo berupa sepeda motor Yamaha Mio.

Kemudian, Jalan Sei Mencirim depan perumahan Boungenvule berupa Honda Beat, Jalan Medan Krio dekat lapangan bola berupa Honda Beat, Jalan Sei Mencirim Simpang Lowok berupa Honda Beat, Jalan Sei Mencirim, gang Ibu berupa Honda Beat, Jalan Payageli depan klinik berupa Honda Beat, dan terakhir di Jalan Pinang Baris dekat terminal Pinang Baris berupa Honda Beat.

"Pengakuan mereka motor hasil curian dijual di Glugur kepada penadah yang biasa dipanggil Ijun. Penadahnya sudah masuk DPO,"terang pria dengan melati satu dipundaknya ini.

Yasir mengatakan setiap satu sepeda motor mereka jual dengan harga Rp1,5Juta dan uang hasil kejahatan digunakan untuk foya-foya.

"Mereka kita sangkakan dengan Pasal 363 ayat (1) dengan ancaman hukuman kurungan 7 tahun penjara,"kata alumnus Akpol 2005 ini.

(akb/tribun-medan com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved