Dua Kurir Sabu 4 Kg yang Melibatkan Oknum Tentara Dituntut Penjara 16 dan 15 Tahun

Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Irawan Andiko selama 16 tahun dan Budi Harianto selama 15 tahun.

Dua Kurir Sabu 4 Kg yang Melibatkan Oknum Tentara Dituntut Penjara 16 dan 15 Tahun
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Dua terdakwa kurir sabu seberat 4 kg, Irawan Andiko dan Budi Harianto (belakang) akhirnya dituntut Jaksa masing-masing 16 tahun dan 15 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua terdakwa kurir sabu seberat 4 kg, Irawan Andiko dan Budi Harianto akhirnya dituntut Jaksa masing-masing 16 tahun dan 15 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Kedua terdakwa juga didenda sebesar Rp 2 miliar dengan subsider 1 tahun kurungan

"Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Irawan Andiko selama 16 tahun dan Budi Harianto selama 15 tahun. Serta masing-masing membayar denda Rp 2 miliar subsider 1 tahun kurungan," tandas JPU Chandra Naibaho, Jumat (6/9/2019).

Perbuatan keduanya dinilai JPU terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Kasus yang juga melibatkan seorang oknum anggota TNI atas nama Praka Januar Tanjung warga Asmil 125 Simbisa, Kompi Balige. Hingga akhrinya foto penangkapan viral yang berbuntut 17 personel Satres Narkoba Polrestabes Medan dimutasi.

Seusai sidang, Majelis Hakim Yang diketuai Gosen Butar-Butar menunda persidangan dengan agenda nota pembelaan pada pekan depan.

Sebelumnya dalam sidang keterangan, terdakwa Irawan menyebutkan dirinya pernah diperiksa di kepolisian dan menyebutkan barang yang dibawanya adalah kulit tringgiling.

"Tidak semua saya baca dalam berita acara perkara (BAP) yang tentang narkotika itu tidak benar karena yang saya bawa itu tringgiling. Jadi waktu diperiksa saya tidak baca seluruhnya," jelasnya

Sedangkan terdakwa Budi berdalih dirinya bukanlah menunggu jemputan sabu melainkan sebuah bika ambon di tengah malam.

Sebelumya dalam dakwaan JPU, kasus bermula pada 9 Desember 2018 dimana terdakwa Januar Tanjung dihubungi melalui telepon oleh Praka Ardi yang merupakan adik letting Dinas di Kompi Senapan A Yonif 125 Balige, dengan mengatakan “Bang……abang sibuk?”.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved