Otak Pelaku Korupsi Kredit Fiktif BRI Rp 508 Juta Mulai Disidang, Inisiasi Palsukan Tiga Agunan

Pimpinan Cabang, Anton Suhartanda dan Oktavia Situmorang selaku Associate Account Officer (AAO) harus tekena jerat pidana penjara.

Otak Pelaku Korupsi Kredit Fiktif BRI Rp 508 Juta Mulai Disidang, Inisiasi Palsukan Tiga Agunan
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Otak pelaku kasus korupsi kredit Fiktif BRI Cabang Medan Katamso sebesar Rp 508 juta, Deandls Sijabat (31) digelar di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Otak pelaku kasus korupsi kredit Fiktif BRI Cabang Medan Katamso sebesar Rp 508 juta oleh Deandls Sijabat (31) digelar di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (6/9/2019).

Terdakwa yang merupakan Direktur CV Deandls Mual Asri sempat buron selama 7 bulan oleh Kejaksaan Negeri Binjai sejak September 2018 hingga akhirnya berhasil diringkus pada 25 April di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ilmi Akbar Lubis menerangkan kenapa terdakwa disbebut otak pelaku karena akibat perbuatannya.

Dua Karyawan BRI Medan Katamso, Pimpinan Cabang, Anton Suhartanda dan Oktavia Situmorang selaku Associate Account Officer (AAO) harus tekena jerat pidana penjara.

Dimana terdakwa Deandls sengaja menunjuk tiga ruko sebagai objek agunan kepada Oktavia yang melakukan penilaian jaminan di lokasi jaminan berada di Jl. Sukarno Hatta Km. 18 Kec. Binjai Timur.

"Terdakwa juga memberikan uang kepada Anton Suhartanta dan Oktavia Situmorang agar dapat melancarkan proses persetujuan permohonan kredit atas nama CV. Deandls Mual Asri, CV. Finance SS dan UD. Grace Panglima Denai, dengan jumlah uang yang diberikan untuk memproses permohonan masing-masing perusahaan adalah sebesar Rp 70.000.000," jelas Jaksa Ilmi.

Dengan perincian yaitu pada saat survei masing-masing sebesar Rp.30.000.000, pada saat permohonan kredit telah di-acc masing-masing sebesar Rp 25.000.000, dan pada saat kredit telah dicairkan masing-masing sebesar Rp.15.000.000.

Sehingga total uang yang diberikan Terdakwa kepada Anton Suhartanta dan Oktavia Situmorang adalah sebesar Rp 210.000.000.

Awal mula kejadian terjadi pada 7 Juli 2009 dimana Oktavia membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) berisi permohonan kredit dapat diproses yang disampaikan kepada Anton Suhartanta untuk mendapatkan persetujuan RTL.

Lalu Anton menyetujui Rencana Tindak Lanjut (RTL) tersebut. Dimana pada tanggal 9 Juli 2009, Oktavia Situmorang melakukan kunjungan ke Kantor CV. Finance SS di Jalan Bahagia By Pass Nomor 37-Medan, bertemu Zams KS dengan tujuan melakukan negosiasi tipe dan struktur kredit, yang hasilnya diuraikan pada Laporan Kunjungan Nasabah (LKN).

"Selanjutnya tanggal 9 Juli 2009 Oktavia Situmorang membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) bahwa hasil negosiasi akan dituangkan dalam Putusan Kredit PTK, tipe dan struktur kredit," ungkap Jaksa Ilmi Akbar Lubis.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved