Sambut World Cleanup Day, Pelajar di Medan Adakan Aksi Kutip Sampah

WCD tahun ini akan diselenggarakan pada tanggal 21 September secara serentak dan akan melibatkan 13 juta relawan di seluruh pelosok Indonesia.

Sambut World Cleanup Day, Pelajar di Medan Adakan Aksi Kutip Sampah
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Keseruan SMA Negeri 19 Medan sambut World Cleanup Day (WCD) dengan jarak 300 meter dari sekolah 

TRIBUN-MEDAN.com - Bagi sebagian besar orang, World Cleanup Day (WCD) musti sudah tidak asing lagi. WCD merupakan aksi kebersihan yang serentak dilakukan di berbagai belahan dunia setiap setiap bulan September.

WCD tahun ini akan diselenggarakan pada tanggal 21 September secara serentak dan akan melibatkan 13 juta relawan di seluruh pelosok Indonesia.

Tidak kalah penting, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah atas prestasi yang diraih tahun lalu yakni berhasil memimpin aksi cleanup terbesar di dunia yang melibatkan 7,6 juta relawan.

Tidak ketinggalan, dalam menyambut hari WCD beberapa SMA dan SMK di Medan adakan pungut sampah sejauh 300 Meter dari sekolah masing-masing.

Satu diantaranya yakni SMA Negeri 19 Medan, sejak pukul 07.00 Pagi, pafa murid sudah kompak mengenakan seragam olahraga menyisir jalan dan mengutip sampah.

Kepala Sekolah SMA Negeri 19 Medan, Renata Nasution mengatakan keguatan ini perintah langsung dari dinas pendidikan Sumatera Utara untuk menyambut WCD.

"Setelah senam pagi siswa siswi dan guru SMAN 19 Medan lanjut dengan pra event WCD. Sebenarnya di SMAN 19 Medan setiap Jumat kegiatan senam pagi rutin dimulai 06.15, dan hari ini kitl Lanjut kegiatan WCD 07.00. karena PBM berlanjut," katanya.

Ia mengatakan bahwa kegiatan bersih-bersih memang rutin dilakukan di sekolah sebelum PBM berlangsung, tetapi hanya sebatas di halaman dalam dan luar sekolah.

"Kalau kegiatan hari ini memang rutin dan menyeluruh di laksanakan sangat baik. Sehingga kebersihan lingkungan terutama di kota medan tetap terjaga seperti kota adi pura yang ada," katanya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti lebih kurang 900 orang, sejauh 300 meter katanya para peserta banyak menjumpai sampah berserakan serta jumlah tong sampah yang dinilai kurang banyak.

"Yang ikut seluruh siswa dan guru serta pegawai juga saya sendiri, jumlah lebih kurang 900 orang. Selama berlangsung sampah berserakan ada. Tong sampah dan keranjang sampah di pinggir jalan ada. Tetapi sampah yang dihasilkan perhari tidak sebanding dengan tong sampah yg ada. Juga kesadaran untuk membuang sampah di tempatnya juga kurang. Mungkin dengan event WCD ini dapat menumbuhkan kesadaran pribadi bahkan masyarakat untuk menjaga kebersihan," katanya.

Hal tersebut dibenarkan oleh ketua WCD Sumut, Tiara bahwa hari ini melalui dinas pendidikan Pra Event WCD sudah diselenggarakan di beberapa sekolah.

"Di beberapa titik memang sudah kita laksanakan, khusus hari ini serentak di sekolah-sekolah SMA maupun SMK di Medan, tapi bukan hanya di Medan beberapa SMA di Belawan juga ikut memeriahkan," katanya.

Ia mengatakan bagi siapun yang ingin bergabung dengan aksi ini baik sebagai penanggungjawab maupun relawan dapat langsung menghubungi melalui Instagram @wcdid.sumut atau @wcd_medan

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved