Sidang PK Korupsi Rp 6,8 Miliar Abdul Azis Berlanjut, Pengacara Serahkan Bukti Operasi Mata

Pengacara Terdakwa Irwansyah Gultom tampak melampirkan bukti operasi mata yang dijalani terdakwa di RS Khusus Mata SMEC Medan.

Sidang PK Korupsi Rp 6,8 Miliar Abdul Azis Berlanjut, Pengacara Serahkan Bukti Operasi Mata
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Sidang Peninjauan Kembali (PK) terpidana kasus korupsi pengaspalan jalan senilai Rp 6,8 miliar oleh Kadis PU Abdul Azis berlanjut di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang Peninjauan Kembali (PK) kasus korupsi pengaspalan jalan Rp 6,8 miliar oleh Kadis PU Tanjungbalai, Abdul Azis berlanjut di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (6/9/2019).

Pengacara Terdakwa Irwansyah Gultom tampak melampirkan bukti operasi mata yang dijalani terdakwa di RS Khusus Mata SMEC Medan.

"Pertimbangannya kita karena kondisi kesehatan karena pemohon sudah lepas retinanya. Harus ada bukti jadi tadi kita serahkan data dari RS Mata Smec, jadi harus ada bukti bisa aja dia pura-pura sakit pakai kacamata hitam.

Dalam memori PK, ia menjelaskan bahwa dasar pihaknya mengajukan PK adalah berdasarkan Pasal 263 ayat 2 huruf C KUHAP.

Dimana dalam pasal tersebut berbunyi 'apabila putusan itu dengan jelas memperlihatkan suatu kekhilafan hakim atau suatu kekeliruan yang nyata'.

"Jadi kami melakukan PK enggak harus ada novum (bukti baru). Jadi salah satunya dasar kita adalah  pasal tadi juga ada fakta-fakta dimana klien kita ini tidak ada membuktikan adanya kerugian negara tidak. Kemana uang itu enggak bisa dibuktikan," jelasnya.

Ia menerangkan bahwa pihaknya dalam PK ini meminta Majelis Hakim membebaskan kliennya atau bisa menurunkan hukuman mengingat kesehatan terpidana Abdul.

"Juga kita soroti adalah pasal yang disangkakan, seharusnya kan pasal 3 kenapa dilarikan ke Pasal 2. Kita pastinya minta bebas, malah sebetulnya pihak-pihak yang menerima uang tersebut kontraktor itu. Sampai sekarang tidak pernah diperiksa di pengadilan," ungkapnya.

Sementara, Jaksa Kejari Tanjungbalai, Reo Saragih dalam menanggapi PK tersebut, tidak memberikan kontra memori PK secara tertulis.

Namun hanya menjawabnya secara lisan, dengan mengatakan "Kami tetap pada putusan terakhir kasus ini Yang Mulia," cetusnya.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved