SMP Negeri 2 Sibolangit Bawakan Teatrikal Petani dan Harimau pada Indonesia Climate Change

Teatrikal petani dan harimau yang dibawakan oleh anak-anak SMP Negeri 2 Sibolangit saat mengisi acara peringatan Indonesia Climate Change di Santika

SMP Negeri 2 Sibolangit Bawakan Teatrikal Petani dan Harimau pada Indonesia Climate Change
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI br TARIGAN
Teatrikal petani dan harimau yang dibawakan anak-anak SMP Negeri 2 Sibolangit saat mengisi acara peringatan Indonesia Climate Change di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 7, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Suatu pagi didesa sibolangit, ada beberapa penduduk desa yang hendak pergi ke ladang. Tiba di tepi hutan mereka kemudian memasang jerat, berharap akan mendapatkan babi hutan atau kancil untuk mereka konsumsi.

Namun tanpa disengaja dua harimau Sumatera yang sedang mencari makan terkena perangkap dan mengaung kesakitan.

Esoknya penghuni desa tergejut dan panik melihat perangkapnya telah diisi dua ekor harimau dan melapor ke Kepala Desa lalu selanjutnya melapor ke Balai Besar KSDA, tak lama kemudian kepala seksi mengubungi dokter hewan dan dokterlah yeng mengambil tindakan dengan membius harimau agar dapat tenang, serta tidak lupa mengobati beberapa luka.

Demikianlah alur teatrikal petani dan harimau yang dibawakan oleh anak-anak SMP Negeri 2 Sibolangit saat mengisi acara peringatan Indonesia Climate Change di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 7, Jumat (6/9/2019).

"Teatrikal kita ini bercerita tentang penyelamatan dua ekor harimau yang terjerat di tepi hutan desa Sibolangit, ya alasan kita ambil tema harimau Sumatera selain untuk menyesuaikan dengan tema dari panitia juga untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya menjaga kelestarian harimau," tutur Kepala Sekolah, Drs Marumbal Siahaan.

Ia juga mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini sebab sangat banyak stan-stan yang memberikan edukasi dan pemelajaran tentang kelestarian lingkungan dan hewan-hewan yang dilindungi.

Selain itu kata Marumbal Teatrikal ini juga secara langsung memberikan edukasi kepada anak-anak, bagaimana mengambil tindakan atau langkah terbaik apabila terjadi hal serupa kemudian hari, sebab sekolah mereka memang berada disekitaran kawasan hutan Sibolangit.

"Kiranya generasi Millenials ini tidak hanya sebatas teatrikal semata, tapi dapat mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari sebagaimana visi dan misi sekolah kami yakni pendidikan berbasis lingkungan hidup," katanya.

Guru kesenian, Pestaria Br Manik mengatakan sebanyak 30 anak terlibat dalam teatrikal ini dan sudah berlatih sejak dua minggu lalu. Melalui teatrikal ini Ia ingin mengedukasi masyarakat agar tidak sembarangab meletakkan jebakan karena selain berbaha bagi manusia juga berbahaya bagi hewan yang dilindungi.

"Mereka sangat antusias belajar tentang alam dan hewan, setiap peran yang dimainkan sesuai dengan harapan, selain itu stan-stan yang disedikan juga penuh dengan ilmu pengetahuan, kami berharap kegiatan ini dapat rutin dilaksanakan," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved