Tidak Jera di Penjara, Residivis Kasus Narkoba ini Kembali Ditangkap saat Mengedarkan Sabu

Tersangka ditangkap setelah masuk DPO Sat Res Narkoba berdasarkan dari 2 LP yaitu LP / 195 / VI / 2019 S.U / RES SERGAI tgl 14 Juni 2019.

Tidak Jera di Penjara, Residivis Kasus Narkoba ini Kembali Ditangkap saat Mengedarkan Sabu
Polres Serdang Bedagai
Kasat Narkoba Polres Serdang Bedagai AKP Martualesi Sitepu saat amankan residivis narkoba kambuhan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Suherman alias Ateng (46) residivis narkotika jenis sabu yang pernah ditangkap tahun 2010 dan divonis selama 5,6 tahun dan sebelumnya juga pernah divonis kasus yang sama selama 6,3 tahun.

Ateng kembali ditangkap personel Sat Res Narkoba Polres Serdang Bedagai pada (27/8/2019) lalu di Desa Melati II Kecamatan Perbaungan pada saat duduk di warung.

Tersangka ditangkap setelah masuk DPO Sat Res Narkoba berdasarkan dari 2 LP yaitu LP / 195 / VI / 2019 S.U / RES SERGAI tgl 14 Juni 2019.

Setelah tertangkapnya seorang tersangka bernama Wagito (54) oleh personel Sat Res Narkoba pada (14/6/2019) sekitar pukul 21.00 WIB di Dusun II Desa Melati II Kecamatan Perbaungan dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,9 gram.

Kedua LP/141/ A / VII / SU / RES SERGAI / SEK PERBAUNGAN tgl 13 Juli 2019 setelah tertangkapnya dua orang tersangka masing-masing bernama Misli alias Lilik (43) dan Susanto alias Sisu (44) ditangkap Unit Reskrim Polsek Perbaungan pada (13/7/2019) sekitar pukul 17.00 WIB di Dusun Nangka Desa Melati II Kecamatan Perbaungan dengan barang bukti narkotika sabu seberat 2,22 gram.

Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu mengatakan ketiga tersangka masih dalam proses penyelesaian berkas perkara untuk diteruskan ke JPU dan ke persidangan.

"Tersangka sendiri adalah target operasi Sat Res Narkoba Polres Sergai yang merupakan pengedar narkotika jenis sabu di daerah Desa Melati Kecamatan Perbaungan," kata Martualesi, Jumat (6/9/2019).

Martualesi menjelaskan bahwa para tersangka sudah bolak balik menjalani hukuman dalam kasus yang sama.

Ini menunjukkan komitmen kami untuk memutus mata rantai peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Perbaungan.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 114 Sub 112 UU RI NO.35 Th 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkas Martualesi.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved