TKW Asal Asahan Terancam Hukuman 10 Tahun di Malaysia, Keluarga Berharap Jokowi Turun Tangan

Setelah mengetahui ibunya ditahan, anak-anak berulang kali bertanya kepada sang nenek tentang kepastian jadwal kepulangan Supinah.

TKW Asal Asahan Terancam Hukuman 10 Tahun di Malaysia, Keluarga Berharap Jokowi Turun Tangan
Tribun Medan / Mustaqim
Maryam (kiri) bersama salah satu anak Supinah, menunjukkan foto Supinah di kediaman mereka di Dusun VI, Desa Bagan, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Jumat (6/9/2019). Maryam berharap Supinah yang tengah ditahan di Malaysia segera dibebaskan. 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Maryam (70) warga Dusun VI, Desa Bagan, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan sesekali menangis menceritakan nasib anak ketiganya, Supinah (43) yang kini tersangkut masalah hukum di Malaysia.

Supinah merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang berangkat ke Sekinchan, Malaysia untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) demi menghidupi empat orang anaknya yang masih berusia sekolah.

Sebab, sang suami yang berprofesi sebagai nelayan, telah meninggal sejak 10 tahun lalu.

Kasus yang menimpa Supinah bermula ketika petugas imigrasi setempat bersama Polisi Diraja Malaysia menggrebek rumah Mohd Nordin bin Attan (54) di Tali Air 10, Kampung Tengah Pasir Panjang pada 3 Juli 2019 lalu sekitar pukul 03.45 dini hari waktu setempat dan menemukan 20 orang TKI ilegal di dalamnya.

"Supinah ini sebelum puasa kemarin nikah sama Nordin, orang Malaysia. Awalnya kan Supinah kerja di kantin sama majikannya dan Nordin sering makan di sana, jadi terakhir diajak nikah sama si Nordin. Pas mau nikah dia telpon saya. Dulu pas kesana pakai Paspor, tapi pas udah kerja disimpan majikannya," kata Maryam, Jumat (6/9/2019).

Menurut Maryam, awalnya Supinah mengetahui suaminya bekerja sebagai nakhoda yang mengangkut penumpang, setelah adanya penggrebekan oleh pihak imigrasi setempat.

Dari kejadian itu, baru diketahui ternyata Mohd Nordin selama ini sering membawa masuk TKI ilegal dengan cara menjemput dari tengah laut dan menyediakan tempat penampungan sementara bagi WNI hingga mendapat pekerjaan di Malaysia.

Akibatnya, kini Supinah menjadi tertuduh dan harus menjalani proses hukum.

Sedangkan sang suami, Mohd Nordin yang beberapa kali dipanggil sebagai saksi, tak pernah mememuhi panggilan penyidik, sehingga Supinah dinilai sebagai otak dalam kasus penyelundupan dan menyediakan tempat persembunyian bagi para TKI ilegal.

"Semalam dia (Supinah) ada nelpon sambil nangis-nangis. Kata Supinah, suaminya sudah dipanggil, tapi nggak pernah datang. Jadi kasusnya ditimpahkan semuanya ke anak saya. Katanya kalau nggak diurus, bisa lama dia dihukum disana," ujar Maryam sembari menyeka air matanya.

Halaman
12
Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved