WIRANTO - Penjelasan Wiranto Terbaru Penyerangan di Yahukimo Papua, Konflik bukan Lanjutan Demo

WIRANTO - Penjelasan Wiranto Terbaru Penyerangan di Yahukimo Papua, Konflik bukan Lanjutan Demo

TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
WIRANTO - Penjelasan Wiranto Terbaru Penyerangan di Yahukimo Papua, Konflik bukan Lanjutan Demo 

WIRANTO - Penjelasan Wiranto Terbaru Penyerangan di Yahukimo Papua, Konflik bukan Lanjutan Demo

TRIBUN-MEDAN.COM - WIRANTO - Penjelasan Wiranto Terbaru Penyerangan di Yahukimo Papua, Konflik bukan Lanjutan Demo.

//

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyatakan, penyerangan terhadap pendulang emas di Yahukimo tak terkait kerusuhan di Papua dan Papua Barat. 

Baca: Bukan WNI, Wiranto Bongkar Sosok Benny Wenda, Moeldoko Sebut Tokoh Sparatis Dalang Kerusuhan Papua

Baca: KISAH JENDERAL WANITA Pertama Brigjen Pol.Purn Jeanne Mandagi, Kerja Keras Polwan hingga Suka Dansa

Menurut Wiranto, penyerangan di Yahukimo merupakan konflik lama antara penambang emas pendatang dan yang masyarakat asli Papua.

"Kemarin karena ada konflik, itu konflik horizontal saja antara penambang emas luar daerah dengan penduduk setempat. Bukan ada kaitan dengan demo. Lanjutan peristiwa lama," ujar Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Ia menyampaikan, saat ini 97 penambang emas dari berbagai lokasi di sana telah dievakuasi.

Baca: PAKAR HUKUM Ungkap Kabar Buruk jika DPR dan Pemerintah Revisi UU KPK, Respons Jokowi dan Anggota DPR

Polisi menduga, penyerangan terhadap orang-orang yang diduga penambang emas di Distrik Sarandela, Kabupaten Yahukimo, Papua itu terjadi secara spontan.

"Motifnya hanya penyerangan secara spontan ya terhadap masyarakat yang sedang melakukan pendulangan emas," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).

Dedi mengatakan, para penyerang melakukan aksinya secara tiba-tiba sambil membawa sejumlah senjata tajam.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved