Beromset Rp 20 Juta Per Bulan, Pria ini Jual Jagung Goreng Bude hingga ke Malaysia

Jagung goreng ini dipasarkan dengan nama Jagung Goreng Bude. Kata Angga Bude merupakan singkatan dari Buatan Dewe.

Beromset Rp 20 Juta Per Bulan, Pria ini Jual Jagung Goreng Bude hingga ke Malaysia
Tribun Medan / Septrina Ayu Simanjorang
Mhd Anggara Manayursyah saat menunjukkan Jagung Goreng Bude di Jalan Gajahmada, Sabtu (7/9/2019). Usaha jagung ini bisa menghasilkan hingga hingga Rp 20 juta dalam sebulan. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Jagung adalah salah satu makanan alternatif pengganti nasi. Jagung merupakan salah satu bahan pokok yang umum di Indonesia. Bahan pangan ini bisa dikelola menjadi berbagai bentuk.

Mhd Anggara Manayursyah mengolah jagung menjadi jagung goreng. Ia membuat makanan ini sebagai bahan pengganti kebiasaan masyarakat dalam mengkonsumsi kacang.

"Banyak yang bilang makan kacang ini banyak efek sampingnya seperti kolesterol ataupun asam urat. Jadi bagaimana bisa membuat sebuah makanan yang kriuk tapi tetap sehat, ya jagung ini," jelasnya, Sabtu (7/9/2019)

Jagung goreng ini dipasarkan dengan nama Jagung Goreng Bude. Kata Angga Bude merupakan singkatan dari Buatan Dewe.

"Kebetulan nama istri saya juga Dewi, jadi bisa juga dibilang Jagung Goreng Bu Dewi. Saya memulai usaha dengan modal Rp 2 juta awalnya," katanya.

Kini, usaha jagung ini bisa menghasilkan hingga Rp 20 juta dalam sebulan. Makanan ini dipasarkan melalui sosial media dan juga offline di rumahnya Jalan Setiabudi.

"Kita juga memasarkan ke beberapa kota yang ada di Sumatera Utara. Kita sifatnya terbuka dengan reseller," imbuhnya.

Jagung yang digunakan untuk membuat jagung goreng ini adalah jagung hibrida asal Brastagi. Jagung ini memiliki cita rasa yang manis.

Produk ini ia pasarkan dalam dua ukuran yakni 250 gr dengan harga Rp 10 ribu dan 500 gr dengan harga Rp 18 ribu.

"Rata-rata sebulan kami memproduksi 600 kg jagung. Kita masih jual satu rasa karena tidak menggunakan penyedap rasa," jelasnya.

Jagung Goreng Bude ini juga tidak menggunakan pengawet. Namun bisa bertahan selama 2 bulan. Peminat jagung goreng ini tak hanya dari Sumut namun juga Jambi hingga Malaysia.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved