Unik dan Edukatif, Dinas Lingkungan Hidup Langkat Bangun Stand Pakai 10 Ribuan Botol Plastik

Pasalnya stand mereka berdiri tegap dengan bantuan lebih dari 10 ribu botol plastik bekas.

Unik dan Edukatif, Dinas Lingkungan Hidup Langkat Bangun Stand Pakai 10 Ribuan Botol Plastik
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI br TARIGAN
Uniknya stand Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat, gunakan lebih dari 10 ribu botol bekas dan barang bekas lainnya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ragam kemeriahan dan keunikan mewarnai perayaan Pekan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2019 yang digelar di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 7, Jumat (6/9/2019).

Saat memasuki wilayah perayaan Pekan Lingkungan Hidup, para pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai stan unik, kreatif, menarik serta tidak ketinggal tetap mengandung unsur edukatif. Para pemilik stan mengaku sengaja mendekor stan mereka seapik mungkin agar dapat memenangkan lomba stand terbaik.

Satu diantara stand yang sangat unik dan inspiratif berasal dari stand Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat. Pasalnya stand mereka berdiri tegap dengan bantuan lebih dari 10 ribu botol plastik bekas.

Tidak hanya itu, stan mereka juga menampilkan Sistem tanaman Hidroponik yang juga menggunakan botol plastik bekas.

Staf penanggungjawab stand, Efan mengatakan semua barang yang ada sengaja diangkut dari Langkat. Selain itu untuk alasan mereka membuat stand botol juga ingin mengedukasi para pengunjung bahwa sampah juga bisa menghasilkan hal-hal yang edukatif dan bernilai tinggi.

"Untuk dindingnya aja hampir 10 ribu botol, selain itu kita juga gunakan drum minyak bekas untuk pot bertingkat, hiasan bambu, bunga-bunga dari pipet dan kayu yang kita olah menjadi hiasan berbentuk kapal," katanya.

Eva menjelaskan bahwa menanam dengan cara Hidroponik tidaklah sulit dan dapat menjadi alternatif cerdas bagi anak kos yang tidak punya lahan untuk menanam sayuran atau bunga. Tanaman Hidroponik yang mereka pamerkan terdiri dari beberapa jenis yakni kangkung tanah, bayam, sop, selada dan lainnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan untuk dapat sebesar itu, tanaman membutuhkan waktu 2 hingga 3 Minggu.

"Kita bergerak dari tema Biru Langit ku Hijau Bumi ku, karena kan kalau plastik botol ini kalau tidak diolah kembali dapat merusak bumi, jadi kami manfaatkan jadi hidroponik, stand, gantungan bola," katanya menjelaskan

Tidak kalah menarik, stand mereka juga membawa sarang lalat pelebur sampah organik. ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan inovasi baru sebab 10 gram larva bisa menghancurkan 100 kg sampah dalam waktu dua minggu,

"Ini namanya lalat tentara hitam untuk mengurai sampah yang berumur seminggu hingga sebelas hari, paling penting lalat ini nggak menyebabkan penyakit gak seperti lalat lain, baru ini kita pamerkan," katanya.

Ia berharap untuk tahun depan semakin banyak stand-stand yang memamerkan inovasi untuk menanggulangi sampah di Sumatera Utara.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved