Amankan Kapal Nelayan Berisi 20 TKI Ilegal, Lanal Tanjungbalai Asahan Turut Temukan Sabu 600 Gram

Danlanal Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Ropitno menjelaskan penangkapan ini berawal dari patroli rutin.

Amankan Kapal Nelayan Berisi 20 TKI Ilegal, Lanal Tanjungbalai Asahan Turut Temukan Sabu 600 Gram
TRIBUN MEDAN/HO
Danlanal Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Ropitno beserta perwakilan BNNP Sumut dan petugas Lanal Tanjungbalai Asahan, memperlihatkan nakhoda kapal yang membawa TKI ilegal, serta seorang TKI pembawa 600 gram sabu, di Mako Lanal Tanjungbalai Asahan, Minggu (8/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Petugas Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Asahan berhasil mengamankan satu unit kapal nelayan tanpa motor di Perairan Kualatanjung, Kabupaten Batubara pada Jumat (6/9/2019).

Danlanal Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Ropitno menjelaskan penangkapan ini berawal dari patroli rutin yang dilakukan tim F1QR Lanal Tanjungbalai Asahan dan Satgas Sidat-19.K mendapati satu unit kapal yang mencurigakan.

Ketika dilakukan pengadangan dan penggeledahan, ternyata di kapal tersebut terdapat 20 orang yang merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) tanpa memilili dokumen resmi.

"Kapal nelayan ini kedapatan bawa TKI ilegal sebanyak 20 orang yang berdasarkan pemeriksaan badan, muatan dan kapal, seseorang diantaranya membawa sabu seberat 600 gram," kata Rapitno, Minggu (8/9/2019).

Dijelaskan Ropitno, sabu itu ditemukan di sebuah tas milik seorang TKI bernama Nasrun asal Aceh dan diakui sebagai miliknya. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, nakhoda kapal bernama Syarifuddin tak mengetahui jika salah satu penumpang yang ia angkut membawa barang haram.

"Dari pemeriksaan awal, nakhoda tidak mengetahui. Tapi tetap akan di dalami terus ada keterkaitan antara satu sama lain, termasuk TKI yang ada di kapal itu," ujarnya.

Selanjutnya tersangka Nasrum beserta barang bukti sabu seberat 600 gram akan diserahkan ke BNNP Sumut.

Sedangkan 19 TKI ilegal akan diserahkan ke kantor Imigrasi Tanjungbalai untuk diproses secara hukum.

"Untuk pelanggaran pelayaran, dalam hal ini nakhoda akan ditangani sendiri oleh Lanal Tanjungbalai Asahan," sebut Ropitno.

Sementara berdasarkan pengakuan tersangak Nasrun, bahwa sabu yang ia miliko rencananya akan dibawa ke Kota Medan untuk diserahkan kepada seseorang

Pria yang selama di Klang, Malaysia bekerja sebagai sopir truk itu mengaku barang haram itu merupakan titipan seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh yang baru ia kenal setelah dijanjikan akan mendapatkan upah apabila berhasil mengantarkannya kepada orang yang dimaksud.

"Ini pertama kali. Mau dibawa ke Medan. Karena dijanjikan upah besar," akunya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved