TRIBUNWIKI

Begini Kisah Pertemuan Guru Patimpus Dengan Datuk Kota Bangun

Keinginan Guru Patimpus ingin berguru dengan Datuk Kota Bangun, karena terdengar kabar kesaktian Datuk Kota Bangun sampai ke telinga Guru Patimpus.

Begini Kisah Pertemuan Guru Patimpus Dengan Datuk Kota Bangun
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Tugu Guru Patimpus yang terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis, Kota Medan, Minggu (08/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Di balik ikon-ikon Kota Medan, ternyata menyimpan banyak cerita atau kisah yang belum diketahui sebagian masyarakat Medan. Terutama ikon kota Medan yaitu Tugu Guru Patimpus yang terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis Kota Medan, hari Minggu (08/9/2019).

Dari ikon tersebut, sangat berkaitan dengan Kota Medan, dan memiliki banyak kisah dibalik ikon tersebut. Terutama kisah tentang Petualangan Guru Patimpus dari Tanah Karo membangun Kampung Medan yang meninggalkan banyak kisah. Satu di antaranya kisah pertemuannya dengan Datuk Kota Bangun untuk berguru.

Keinginan Guru Patimpus ingin berguru dengan Datuk Kota Bangun, karena terdengar kabar kesaktian Datuk Kota Bangun sampai ke telinga Guru Patimpus.

Ia sangat penasaran dan ingin bertemu dengan tokoh yang amat dihormati rakyat dan disegani lawan maupun kawan. Guru Patimpus yang gemar mendalami ilmu kebatinan dan ilmu kanuragan ini berniat ingin menimba pengalaman dengan Datuk Kota Bangun.

Cita-citanya itu segera ia realisasikan. Suatu hari bersama tujuh orang pengikutnya, berangkatlah Guru Patimpus dari Aji Jahe menuju Kota Bangun. Zaman dulu transportasi tidak secanggih sekarang. Perjalanan dari dataran tinggi Karo menuju Kota Bangun memakan waktu berbulan-bulan karena menembus hutan lebat dan menaklukkan medan ganas.

Di dalam kisahnya seorang Datuk Kota Bangun merupakan ulama besar yang cukup disegani. Dia bermukim di hilir Sungai Lau Patani Deli (Sungai Deli). Bukan ulama biasa, Datuk Kota Bangun juga kesohor karena memiliki ilmu gaib yang tinggi.

Bagi Guru Patimpus dan pengikutnya tidak mudah menemui Datuk Kota Bangun. Ada serangkaian proses yang dilalui. Guru Patimpus rela berkelana dari tempat satu ke tempat lainnya. Dikisahkan, Guru Patimpus sempat membangun tempat tinggal di tepi Sungai Sikambing. Setelah tiga bulan menetap di sana mempelajari situasi, Guru Patimpus baru memantabkan niatnya pergi menemui Datuk Kota Bangun untuk berkenalan.

Pertemuan dengan tokoh penting yang diidam-idamkan Guru Patimpus pun tiba. Pada sebuah siang, Datuk Kota Bangun menerima Guru Patimpus dan rombongan di kediamannya. Mereka berkenalan.

“Hamba Guru Patimpus dari Aji Jahe. Sengaja datang dari jauh ingin berkenalan dengan Anda yang namanya amat kesohor. Saya sudah lama mendengar nama besar Datuk Kota Bangun. Orang-orang mengatakan, Tuan mengajarkan agama Islam,” kata Guru Patimpus mengawali percakapan.

“Benar sekali. Saya mengajarkan kepercayaan tentang keesaan tuhan, di mana manusia, hewan, tumbuhan dan jagad raya ini diciptakan Allah yang Maha Esa. Ajaran ini sudah ribuan tahun disampaikan para nabi dan terakhir disempurnakan oleh Rasulullah Muhammad SAW,”jawab Datuk Kota Bangun.

Halaman
123
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved