Kolong Gantung Diri di Dahan Pohon Cokelat Setinggi Semeter Lebih

Pria tersebut bernama Selamat Peranginangin (50) alias Kolong. Ia ditemukan tergantung di dahan pohon kakao berketinggian semeter lebih dari tanah

Kolong Gantung Diri di Dahan Pohon Cokelat Setinggi Semeter Lebih
dok
FOTO ILUSTRASI: Gantung diri 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Warga Desa Tanah Pinem, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, dikejutkan dengan penemuan mayat pria tua di kawasan perladangan kakao Paya Gerigit.

Pria tersebut bernama Selamat Peranginangin (50) alias Kolong. Ia ditemukan tergantung di dahan pohon kakao berketinggian semeter lebih dari tanah. Posisinya bagaikan tengah bersimpuh.

Penduduk desa sempat tak yakin jika Kolong tewas bunuh diri.

"Kurang meyakinkan juga, karena posisinya jongkok. Andaikan korban berdiri pun, kakinya masih tetap menginjak tanah," ujar Laksana Pinem, seorang warga sekitar kepada Tribun Medan, Minggu (8/9/2019).

Ia mengatakan, jasad Kolong ditemukan oleh petani yang sedang berkunjung ke Paya Gerigit, Sabtu (7/9/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Ada petani yang lagi ke ladang bawa anjing. Anjingnya menggonggongi salah satu pohon, yang belakangan merupakan lokasi ditemukannya mayat korban. Awalnya si petani ini pun enggak tahu. Lantaran anjingnya terus menggonggong, dia kemudian mengecek pohon itu. Rupanya ada mayat," ungkapnya.

Kapolsek Tanah Pinem, AKP Benterman Silalahi, mengatakan, Kolong merupakan warga asal Desa Buluh Pancur, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo. Di Tanah Pinem, Kolong tinggal dengan kerabatnya.

Sosok Kolong, lanjut Benterman, oleh warga sekitar dikenal sebagai pribadi pendiam, tetapi memiliki sedikit keterbelakangan mental.

"Menurut penuturan keluarga, korban tidak punya pekerjaan tetap dan dahulu pernah berprofesi sebagai kernet angkot di Kabanjahe," ujar Benterman, Minggu (8/9/2019).

Benterman menyebut, secara kasatmata, tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh Kolong. Jasad Kolong dikembalikan kepada keluarga tanpa sempat di-autopsi, sesuai permintaan keluarga.

"Sudah kita evakuasi ke Puskesmas Kutabuluh dan visum luar saja. Keluarga menolak visum dalam. Hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan," pungkas Benterman.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved