Komunitas Pojok Baca Ajak Anak Belajar Proses Pembuatan Coklat dari Biji Sawit

Ratusan masyarakat yang berasal dari berbagai instansi baik sekolah, komunitas, serta umum menyambut gembira Soft Opening Pojok Baca

Komunitas Pojok Baca Ajak Anak Belajar Proses Pembuatan Coklat dari Biji Sawit
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI br TARIGAN
Keseruan anak-anak serta pengunjung belajar tentang membuat coklat dari biji sawit di Museum Perkebunan Indonesia, Jalan Brigjend Katamso, Kp. Baru, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (8/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Berawal dari minimnya minat baca serta lokasi membaca buku yang terbatas, pojok baca hadir sebagai ruang publik, bagi masyarakat yang ingin meningkatkan minat baca atau berdiskusi ataupun bertukar opini dengan penikmat baca yang lain.

Ratusan masyarakat yang berasal dari berbagai instansi baik sekolah, komunitas, serta umum menyambut gembira Soft Opening Pojok Baca yang diselenggarakan di Museum Perkebunan Indonesia, Jalan Brigjend Katamso, Kp. Baru, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (8/9/2019).

Dengan mengusung tema Museum Bercerita, komunitas Pojok Baca juga menggandeng komunitas-komunitas lain sebagai parter untuk mengisi acara, seperti komunitas dongeng, kenduri kopi, komunitas Sihoda dan masih banyak lagi.

Founder komunitas, Cindy mengatakan Soft Launching Pojok Baca bekerja sama dengan Museum Perkebunan Indonesia dan diselenggarakan dengan tujuan, agar masyarakat kota Medan mengetahui bahwa ada ruang publik, bagi pecinta literasi sebagai tempat seru untuk membaca buku sembari bersantai dan menikmati Site Heritage.

"Tidak hanya itu, Pojok Baca juga menyediakan perpustakaan dengan
beberapa koleksi buku hasil donasi. Pojok Baca juga hadir sebagai ruang kreatif bagi anak-anak muda yang membutuhkan kegiatan bermanfaat di akhir pekan, seperti screening film, workshop, bedah buku, dan sejenisnya. Harapannya Medan memiliki ruang publik baru yang seru dan kreatif sebagai alternatif berakhir pekan," tuturnya.

Tidak kalah penting, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik seperti Dongeng Akustik, Tari Tradisional, Screening Perkebunan Tempo Dulu, Musikalisasi Puisi, Wisata Museum dan edukasi pembuatan coklat dari biji kelapa sawit.

Ratusan peserta terlihat mengantri untuk mendapatkan pengalaman dan edukasi langsung, bagaimana proses biji sawit diolah menjadi coklat serta ragam makanan lainnya.

Tourguide Oil Palms Sciences Tehnofas, M.Faisal menjelaskan bahwa terdapat beberapa proses untuk menghasilkan coklat siap konsumsi.

"Tapi, tidak hanya menggunakan biji sawit saja, namun ada tambahan komposisi lainnya untuk membuat coklat yang lezat. Selama ini adik-adik hanya tau kalau coklat ya harus terbuat dari buah coklat. Tapi tidak, disini kita edukasi kalau selain coklat, biji sawit juga bisa menghasilkan ragam produk seperti es cream, sabun mandi, body lotion, mentega putih dan masih banyak lagi," katanya.

Selanjutnya Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa proses yang harus dilewati untuk menghasilkan coklat.

"Untuk Milk chocolate process flow chart, ada beberapa tahap yaitu premixing, refining, conching, tempering, moulding, cooling, dan stabilisation," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved