Lembaga Perlindungan Anak Sumut (LPA) Tangani 11 Pelajar Terjerat Narkoba, Ada Juga Murid SD

Di mana enam orang masih duduk di SMA, empat orang duduk di bangku SMP dan satu orang masih duduk di SD

Lembaga Perlindungan Anak Sumut  (LPA) Tangani 11 Pelajar Terjerat Narkoba, Ada Juga Murid SD
TRIBUN MEDAN/Istimewa
Lembaga Perlindungan Anak Sumut (LPA) Tangani 11 Pelajar Terjerat Narkoba, Ada Juga Murid SD. Satuan Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polrestabes Makassar mengamankan 34 orang pada Operasi Anti Narkotika (Antik) 2019. 

Lembaga Perlindungan Anak Sumut (LPA) Tangani 11 Pelajar Terjerat Narkoba, Ada Juga Murid SD

TRIBUN-MEDAN.com-Lembaga Perlindungan Anak Sumut (LPA) Tangani 11 Pelajar Terjerat Narkoba, Ada Juga Murid SD.

Lembaga Perlindungan Anak Sumatera Utara (LPA-Sumut) mencatat kasus keterlibatan pelajar yang menjadi korban pihaknya mencatat ada 11 orang.

Di mana 11 orang tersebut masih duduk di bangku sekolah baik SMA, SMP bahkan SD, sepanjang 2019.

"Kami menangani 11 kasus anak di bawah umur yang menjadi korban dari narkoba. Di mana enam orang masih duduk di SMA, empat orang duduk di bangku SMP dan satu orang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD)," ujar Ketua LPA Sumut Muniruddin Ritonga, Minggu (8/9/2019).

Maraknya peredaran narkoba dikalangan pelajar mulai dari SD, SMP dan SMA, sambung Muniruddin, agar menjadi perhatian khusus bagi orangtua dan guru secara umumnya.

Anak menjadi korban peredaran narkoba atau pengedar salah satu penyebabnya adalah perhatian orangtua terhadap anak yang kurang tepat atau terabaikan disamping lingkungan dan pergaulan yang tidak baik dan tidak ramah bagi anak.

"Oleh karena itu Lembaga Perlindungan Anak Sumatera Utara mengimbau kepada para orang tua secara khusus agar memperhatikan anaknya di tiga waktu dalam sehari. Yakni pagi, siang dan malam. Para orangtua harus mengetahui perkembangan anaknya di tiga waktu dalam sehari ini sehingga apa hal menjadi perubahan sama si anak yang kurang baik akan bisa teratasi secara cepat dan langkah-langkah preventifnya," ungkapnya.

Baca: Perlawanan Baru Nikita Mirzani, Somasi Elza Syarief Terkait Sebutan Informan Polisi

Baca: Gagal Lolos Prakualifikasi PON, Tim Basket Putri 3x3 Sumut Diproyeksikan ke PON 2024

Baca: Mahasiswi Cantik Kenal Dunia Gemerlap dan Narkoba Sejak Belia, Sumut Pengguna Terbesar setelah DKI

Tidak hanya itu, lanjut Muniruddin, kedua adalah mengimbau kepada para orangtua agar menjadi contoh ataupun tauladan yang baik bagi anaknya.

Baca: VIDEO: Tortor Anak Silahisabungan di 1000 Tenda Tao Silalahi Arts Festival

Baca: PENGAKUAN Pria Minta Izin Istri untuk Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Tawarkan Uang dan Janji Nikah

Baca: Ratusan Rumah di Madina Terendam Akibat Hujan Deras yang Bikin Sungai Batang dan Sampuran Meluap

Sehingga akan termotivasi dan terdidik anak secara langsung dan tidak langsung menjadi anak yang baik.

Baca: Asap Kebakaran Hutan dari Provinsi Riau Mulai Cemari Udara di Kota Medan dan Wilayah Sumut

Baca: TERKUAK, Pola Kerusuhan di Papua dan Papua Barat Sama, Ini Detail Hasil Temuan Komnas HAM

Baca: Latih Klub Sepak Bola Lengendaris, Jafri Sastra Mengaku Bangga dan Optimis Menangi Sisa Pertandingan

"Yang ketiga para orangtua harus memperkuat kembali ketahanan sosial rumah tangga sebagai pondasi dasar untuk anak berinteraksi dan bersikap yang baik dan benar. Yang ke empat ajarkan agama dengan baik anak anak kita serta jangan lupa mendoakan anak di lima waktu dalam salat atau dalam setiap beribadah,"pungkasnya.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved