Manfaatkan Batu Druzy, Susi Hasilkan Aksesoris Unik dengan Jumlah Terbatas

Druzy merupakan jenis batu alam kuarsa atau quartz dengan pecahan kristal di bagian dalam. Warna natural dari batu ini adalah putih.

Manfaatkan Batu Druzy, Susi Hasilkan Aksesoris Unik dengan Jumlah Terbatas
TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Susi Haryati saat menunjukkan produk-produk buatannya di Lapangan Gajahmada, Minggu (8/9/2019). Susi Haryati menggunakan batu druzy untuk menghasilkan berbagai aksesoris seperti gelang, kalung, bros, cincin, dan sebagainya. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Batu druzy merupakan batu asli indonesia yang banyak ditemukan di Pacitan, Jawa Timur. Batu ini memiliki keunikan dimana pecahannya apabila terkena cahaya menghasilkan kilau seperti kristal.

Druzy merupakan jenis batu alam kuarsa atau quartz dengan pecahan kristal di bagian dalam. Warna natural dari batu ini adalah putih, coklat dan juga ungu. 

Susi Haryati menggunakan batu druzy untuk menghasilkan berbagai aksesoris seperti gelang, kalung, bros, cincin, dan sebagainya. Dengan menggunakan kawat, ia mengikat batu ini sehingga berbentuk aksesoris.

Pemesanan produknya datang dari seluruh Indonesia. Selain itu ada pula pembeli dari Australia dan Hongkong. Ia mengatakan selera pembeli luar negeri lebih menyukai kalung yang sederhana.

Usaha yang dimulai sejak tahun 2015 ini diberi nama Watukawat. Meski saat ini perhiasan kawat sedang disukai banyak orang, menggunakan batu druzy menjadi keunikan dari produk milik Susi.

"Jadi produk kita pasti terlihat beda dengan produk yang lainnya. Selain itu produk ini juga lebih kuat dan satu desain hanya untuk satu produk saja alias limited edition. Jadi tidak ada yang sama," katanya, Minggu (8/9/2019).

Setiap dua hari sekali, Susi pasti mengeluarkan produk dengan desain baru. Ia mengatakan setiap produknya memiliki desain tersendiri dan ini merupakan kelebihan dari produk handmade.

"Permukaan batu druzy ini terlihat pecah dan memberikan blink blink yang unik. Karena batu ini pecah secara alami maka satu batu juga hanya akan ada satu biji. Jadi punya kita enggak akan sama dengan punya orang lain," jelasnya

Ia mengatakan usaha ini ia rintis karena memiliki ketertarikan dengan produk perhiasan kawat. Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang kini sudah masuk sekolah.

"Awalnya karena hobi dan mengingat anak saya yang sudah mulai masuk sekolah sudah butuh biaya tambahan. Jadi saya membuat bisnis ini sebagai hobi yang dibayar," katanya.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved