TERKUAK, Pola Kerusuhan di Papua dan Papua Barat Sama, Ini Detail Hasil Temuan Komnas HAM

Komnas HAM menguak fakta baru terkait aksi demonstasi berujung rusuh yang terjadi di Papua dan Papua Barat.

TERKUAK, Pola Kerusuhan di Papua dan Papua Barat Sama, Ini Detail Hasil Temuan Komnas HAM
KOMPAS.com/ JOHN ROY PURBA
Kondisi salah satu rumah toko (Ruko) di wilayah Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, yang di jarah dan dibakar massa anarkistis. 

TERKUAK, Komnas HAM Sebut Pola Kerusuhan di Papua dan Papua Barat Sama, Ini Detailnya

TRIBUN MEDAN.com - Komnas HAM menguak fakta baru terkait aksi demonstasi berujung rusuh yang terjadi di Papua dan Papua Barat.

Temuan itu terkuak setelah Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua menurunkan tim untuk mendalami kerusuhan yang sempat terjadi di Manokwari, Sorong, Fakfak dan Jayapura.

Dari tim yang diturunkan ke lapangan, Komnas HAM mendapati ada kemiripan pola di keempat daerah tersebut.

"Kemiripannya misalnya, para mobil komando sebagai koordinator itu masih di tempat lain, masih di jarak yang lain, tapi perusakan dan penjarahan sudah terjadi di depan," ujar Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua, Fritz Ramandey, di Jayapura, Minggu (8/09/2019).

Fritz juga mengaku telah berbicara kepada koordinator demo pada 19 dan 29 Agustus 2019 yang merupakan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih dan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ).

Mereka adalah Ferry Kombo Mantan Ketua BEM Fisip Uncen dan Alexander Gobay, dan keduanya kini berada di tahanan Mapolda Papua sebagai saksi kasus kerusuhan Jayapura.

Baca: GEJOLAK PAPUA - Ratusan Mahasiswa Asal Papua Berduyun-duyun Kembali ke Jayapura, Ini Reaksi MRP

Baca: Poirier Menangis Haru setelah Khabib Nurmagomedov Bantu Yayasannya Bangun Sumber Air di Uganda

Baca: Prabowo Subianto Perintahkan Dahnil Anzar Simanjuntak Ikuti Pilkada Wali Kota Medan

"Mereka berdua mengaku sebagai koordinator pada aksi pada 19 Agutus dan itu murni dikoordinir oleh BEM.”

“Mereka menolak yang bawa atribut lain (pada aksi 29 Agustus) sama sekali di luar koordinasi mereka, karena itu mereka meminta ada penindakan kepada siapa yang mengkoordinir aksi-aksi pengrusakan, membawa bendera, itu harus bertanggung jawab," tuturnya.

Dari keterangan mereka, Fritaz meyakini bila massa yang turun pada 29 Agustus sudah berbeda dengan yang ada pada 19 Agustus.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved