BBKSDA Cek Kebenaran Informasi Buaya Serang Manusia di Labura saat Mencari Ikan

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut.

BBKSDA Cek Kebenaran Informasi Buaya Serang Manusia di Labura saat Mencari Ikan
TRIBUN MEDAN/Istimewa
BBKSDA Cek Kebenaran Informasi Buaya Serang Manusia di Labura saat Mencari Ikan. Seorang warga atas nama Misran diterkam buaya saat mencari ikan di Sungai Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumut, Jumat (6/9/2019) kemarin. 

BBKSDA Cek Kebenaran Informasi Buaya Serang Manusia di Labura saat Mencari Ikan

TRIBUN-MEDAN.com- BBKSDA Cek Kebenaran Informasi Buaya Serang Manusia di Labura saat Mencari Ikan.

Pascakejadian seorang warga atas nama Misran (56) diterkam buaya saat mencari ikan di Sungai Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumut, Jumat (6/9/2019) kemarin.

Hingga mengakibatkan korban alami luka-luka dibagian perut, dada dan punggung. Bahkan hingga sampan yang digunakannya hancur. BBKSDA langsung merespon cepat kejadian tersebut.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut.

Menurutnya pihak BBKSDA akan segera melakukan pengecekan lokasi kejadian untuk memastikan.

"Baru tahu saya. Kita akan lakukan pengecekan kesana. Kalau memang benar itu buaya," kata Hotmauli, Senin (9/9/2019).

Hotmauli menjelaskan jika memang sungai tersebut merupakan habitat dari buaya, maka masyarakat diminta untuk tidak mendekati wilayah tersebut sehingga tidak terjadi konflik antara satwa dan manusia.

Baca: Pos Lantas Doulu Tindak Tujuh Bus yang Menaikkan Penumpang di Atas Bus

Baca: Seruan Gagalkan Pelantikan Presiden Jokowi Berujung Polisi, Sri Bintang Pamungkas Diperiksa Rabu

Baca: Pria Ini Nekat Curi Helm di Keramaian, Aksinya Terekam CCTV. .

"Kalau memang habitat buaya, ya manusianya yang bergeser. Karena tidak mungkin kita main evakuasi saja," tutur Hotmauli.

Baca: HMA Yusuf Siregar Sampaikan Ranperda Tentang RPJMD Tahun 2019–2024 Kabupaten Deliserdang

Baca: ALASAN Partai PSI Tolak Rencana Revisi UU KPK, Jawaban Tsamara Amany, Mahfud MD hingga Abraham Samad

Baca: Info Smartphone Terbaru - Realme Luncurkan Smartphone Layar 90 Hz, Ini Bocoran Harganya

Hotmauli menuturkan bahwa perlu dilakukan sosialisasi dan mitigasi di daerah itu, untuk meminimalisir korban.

Baca: Seusai Ditilang Zainal Abidin (26) Datangi Satlantas Polres Berkelahi dengan Polantas, Pelaku Tewas

Baca: Petaka Saling Tatap, Kakak Adik Tewas Dikeroyok saat Nonton Dangdutan, Rumah Kontrakan Dirusak

"Kalau semua di evakuasi apa jadinya. Makanya kita imbau masyarakat untuk menghindari lokasi sebelum pihak BBKSDA datang kesana dan memberikan sosialisasi," jelas Hotmauli.

Baca: Polsek Sunggal Amankan 18 Anggota Geng Motor Simple Life (SL) saat Hendak Serang Kelompok Lain

Baca: ART Pencuri Celana Dalam Via Vallen Ternyata Juga Main Dukun

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved