Belasan Orang Tua Murid SDN 040523 Suka Nalu Tuntut Tindak Tegas Oknum Guru karena Hal Ini

Menurut keterangan dari orangtua siswa Abram Sitepu, oknum guru tersebut sudah bersikap tidak seperti bagaimana seorang pengajar.

Belasan Orang Tua Murid SDN 040523 Suka Nalu Tuntut Tindak Tegas Oknum Guru karena Hal Ini
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Dr Eddi Surianta Surbakti (baju orange), memimpin mediasi antara orangtua siswa yang meminta tindakan tegas kepada oknum guru SDN 040523 Suka Nalu yang dianggap melakukan tindakan tercela kepada beberapa murid, di Ruang Rapat sekolah, Jalan Suka Nalu, Barusjahe, Senin (9/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BARUSJAHE - Belasan orangtua murid kelas tiga SDN 040523 Suka Nalu, Kecamatan Barus Jahe, ramai-ramai mendatangi sekolah tempat anaknya belajar tersebut, Senin (9/9/2019). Menurut informasi, kedatangan mereka untuk kembali menuntut tindakan tegas bagi seorang oknum guru berinisial R Br Sembiring.

Menurut keterangan dari orangtua siswa Abram Sitepu, oknum guru tersebut sudah bersikap tidak seperti bagaimana seorang pengajar. Dirinya mengatakan, menurut pengakuan dari anaknya oknum guru tersebut sempat beberapa kali berkata yang kurang layak kepada siswa.

Pria berbaju merah maroon itu menyebutkan, adapun kata yang kurang layak itu ialah sempat beberapa kali murid dikatakan "Kambing", dan beberapa hewan lainnya. Ia mengaku, mereka selalu orangtua tentunya sangat terpukul dan keberatan dengan ulah oknum guru tersebut. Terlebih, perkataan seperti itu bukan sekali saja terlontar dari mulut wali kelas satu itu kepada murid murid.

"Kedatangan kami ke sini, mau minta tindakan tegas untuk guru yang berulah itu ditindak tegas, ataupun kalau bisa dipindahkan. Karena oknum guru itu bahasanya sama anak-anak kami itu sudah tidak pantas, karena anak-anak kami dibilang kambing, kami tidak setuju. Sudah enggak terhitung lagi berapa kali dia bilang gitu ke anak kami," ujar Abram.

Selain perkataan yang berbentuk celaan itu, dirinya juga mengungkapkan sikap dari oknum guru tersebut juga dinilai sudah tidak mencerminkan seorang pengajar. Ia menyebutkan, beberapa waktu lalu wanita yang menjadi wali kelas satu itu sempat bertengkar dengan sesama guru yang merupakan wali kelas anaknya.

Ia mengatakan, akibat dari perbuatan oknum guru tersebut secara tidak langsung memberikan contoh yang tidak baik kepada para siswa yang bersekolah di sana. Pasalnya, pertengkaran antara R Br Sembiring dengan Br Karo Sekali itu sempat terlihat oleh siswa. Selain itu, perlakuan R Br Sembiring dinilai sudah terlalu kelewatan dengan bentuk penganiayaan, sehingga kepala Br Karo Sekali mengeluarkan darah.

"Kami sangat keberatan dengan sikap gitu yang seperti itu, karena memberikan contoh yang tidak baik, ini tidak membangun dunia pendidikan di sini. Sebelumnya anak kami juga sudah pernah bilang tahun lalu anak kami sempat didorong oleh oknum guru itu," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, atas peristiwa itu mereka sudah tiga kali mencoba melakukan pertemuan dengan pihak sekolah. Namun, hingga pertemuan terakhir mereka belum mendapatkan jawaban yang jelas. Bahkan, Kepala sekolah dianggap lepas tangan untuk menyelesaikan permasalahan yang menyangkut moral dari tenaga pengajar tersebut.

"Sudah tiga kali ketemu sama kepala sekolah, komite, dan pengawas, janjinya hari Senin ini keputusannya. Kami minta guru tersebut dipindahkan, karena anak kami sudah diajari bahasa yang tidak baik. Kami semua jelas keberatan, karena kalau gurunya saja sudah bertengkar gimana nanti anak-anak kami," ungkapnya.

Menurut informasi, sikap kurang terpuji dari R Bru Sembiring itu bukan kali ini saja terjadi. Diketahui, wanita tersebut sudah sempat tiga kali berpindah tempat mengajar dikarenakan sikapnya yang masih seperti itu.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved