Buaya Penunggu Sungai Simangalam Robek Perut, Dada dan Punggung Pencari Ikan hingga Hancurkan Sampan

Akibat kejadian itu, korban bernama Misran (56) mengalami luka dibagian perut, dada dan punggung. Sedangkan sampan yang digunakannya hancur.

Buaya Penunggu Sungai Simangalam Robek Perut, Dada dan Punggung Pencari Ikan hingga Hancurkan Sampan
TRIBUN MEDAN/Istimewa
Buaya Penunggu Sungai Simangalam Robek Perut, Dada dan Punggung Pencari Ikan hingga Hancurkan Sampan. Seorang warga atas nama Misran diterkam buaya saat mencari ikan di Sungai Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumut, Jumat (6/9/2019) kemarin. 

Marpaung menjelaskan bahwa sudah sejak lama buaya tersebut hidup di Sungai Simangalam. karenanya dia mengimbau kepada warga agar tetap berhati-hati dan menjauhi sungai untuk sementara waktu.

Baca: FITUR Kencan Facebook Mirip Tinder - Memungkinkan User Menyeleksi Calon Jodoh dengan Algoritma

Baca: Viral Pembunuhan Sadis imbas Cemburu Buta, Pengantin Baru Pria Dibacok di Depan Istri, Ini Pelakunya

Baca: Viral Curhatan Suami yang Berjuang Menghadapai Perangai Depresi Istri, Pernah Ditusuk Pakai Kunci

Dia juga berharap pemerintah dalam hal ini Balai Besar Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) segera bertindak cepat agar tidak ada lagi korban.

“Sudah lama buaya ada sungai itu, saya lupa sejak kapan. Mohon kepada pemerintah dan badan yang berwenang bisa memberikan solusi dan jalan keluar untuk menangkap buaya di Sungai Simanggalam ini,” jelas Marpaung.

Bayi 2 Tahun Jatuh ke Kandang Buaya Peliharaan Keluarga, yang Tinggal hanya Tengkorak! 

Seorang balita perempuan berusia 2 tahun diterkam hidup-hidup setelah jatuh ke kandang buaya milik keluarganya.

Balita bernama Rom Roath Neary tersebut tewas setelah dikuliti hidup-hidup hingga tersisa tengkoraknya saja.

Dilansir New York Post, ibu Neary, Nay Is (32) mengatakan, ia lali saat sibuk merawat bayinya yang baru lahir.

Berdasarkan keterangan ibu Neary, Neary berkeliaran jauh dari rumah di dekat Siem Reap pada Minggu (30/6/2019) pagi.

Setelah itu, Neary tidak terlihat lagi oleh orang tuanya.

Ayah Neary, Min Min (35), pulang ke rumah pukul sepuluh pagi.

Halaman
1234
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved