Hambali Harahap Dituntut Tiga Tahun Penjara Usai Gelapkan Sepeda Motor

Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menghukum terdakwa Hambali Harahap alias Habil

Hambali Harahap Dituntut Tiga Tahun Penjara Usai Gelapkan Sepeda Motor
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Hambali Harahap alias Habil (20) terdakwa kasus penggelapan sepeda motor akhirnya dituntut 3 tahun penjara dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (9/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hambali Harahap alias Habil (20) terdakwa kasus penggelapan sepeda motor akhirnya dituntut 3 tahun penjara dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (9/9/2019).

Warga Jln Kapten Muslim, Asrama Yon Zipur I Blok F, Kecamatan Medan Helvetia merupakan anak oknum tentara yang bertugas di Yon Zipur I/DD itu dinilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Emmy Khairani Siregar terbukti bersalah melanggar Pasal 372 KUHPidana.

"Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menghukum terdakwa Hambali Harahap alias Habil dengan pidana penjara selama 3 tahun," ucap jaksa Paulina di hadapan Ketua Majelis Hakim, Erintuah Damanik.

Dalam amar tuntutannya, jaksa menyebut sejumlah hal yang meringankan yakni, terdakwa sopan selama persidangan, mengakui perbuatan, berjanji tidak mengulangi perbuatan dan menyesali perbuatannya.

"Sedangkan hal yang dianggap memberatkan terdakwa yaitu barang korban belum kembali," terangnya.

Selama persidangan terdakwa tampak terus menatap tajam jaksa yang membacakan tuntutan.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) terdakwa.

Sebelumnya di dalam dakwaan JPU disebutkan, pada 8 Juni 2019, Nanda (DPO) memberitahu korban, Sri Rahmadani bahwa akan membeli hapenya yang sebelumnya telah ditawarkan melalui media sosial Facebook.

Kemudian, terdakwa dan Nanda sepakat bertemu dengan korban di depan Komplek Cemara Asri, Kec Medan Timur. Sebelum sampai di tempat tujuan, Nanda menghubungi korban dengan berpura-pura kalau sepeda motor yang dikendarainya mogok.

Sehingga korban mendatangi Nanda dan terdakwa dengan mengendarai satu unit sepeda motor Honda Vario warna silver BK 3315 AHW. Disana, Nanda menyuruh korban untuk membantu mendorong sepeda motornya yang mogok. Bahkan, Nanda meminjamnya dengan alasan mengambil duit ke ATM.

Sedangkan terdakwa tetap berada di tempat tersebut bersama korban. Ternyata, Nanda membawa kabur sepeda motor milik korban. Terdakwa pun turut melarikan diri dan menemui Nanda. Kemudian, terdakwa dan Nanda menggadaikan sepeda motor tersebut kepada seorang laki-laki yang tidak dikenal seharga Rp1 juta.

Atas kejadian itu, korban merasa keberatan dan membuat laporan ke Polsek Medan Timur hingga akhirnya terdakwa ditangkap dan diproses hukum.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved