Hina Gojek dan Grab, Driver Ojol Siantar Desak Pemko Hukum Pengusaha Taxi Syamsul Bahri

Pengunjukrasa ini menyampaikan aspirasi mereka ke Balaikota Pematangsiantar. Mereka menilai Pemko Pematangsiantar dapat menindaklanjuti tuntutan

Hina Gojek dan Grab, Driver Ojol Siantar Desak Pemko Hukum Pengusaha Taxi Syamsul Bahri
TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang
Hina Gojek dan Grab, Driver Ojol Siantar Desak Pemko Hukum Pengusaha Taxi Syamsul Bahri. Puluhan ojek online Kota Pematangsiantar melakukan aksi di Kantor Walikota, Senin (9/9/2019). 

Hina Gojek dan Grab, Driver Ojol Siantar Desak Pemko Hukum Pengusaha Taxi Syamsul Bahri

TRIBUN-MEDAN.com-Hina Gojek dan Grab, Driver Ojol Siantar Desak Pemko Hukum Pengusaha Taxi Syamsul Bahri.

Mitra driver ojek online (Ojol) Gojek dan Grab Pematangsiantar melakukan aksi di Depan Kantor Walikota, Senin (9/9/2019).

Puluhan driver ini meminta Pemerintah Indonesia mendesak Pemerintah Malaysia untuk memproses hukuman terhadap Syamsul Bahri Ismail pengusaha taxi asal Malaysia yang dianggap telah merendahkan martabat para ojek online.

Pengunjukrasa ini menyampaikan aspirasi mereka ke Balaikota Pematangsiantar. Mereka menilai Pemko Pematangsiantar dapat menindaklanjuti tuntutan mereka ke pemerintah pusat.

"Sebagai warga negara Indonesia, khusunya kami yang berprofesi driver, jiwa merah-putih kami tergerak bangkit atau melawan," kata juru bicara pengunjuk rasa, Rafi Sidabutar, Senin (9/9/2019) di Balaikota, Jalan Merdeka Kota Pematangsiantar.

Dia mengatakan, para driver yang berunjukrasa itu tidak terima atas ucapan Syamsul Bahri Ismail. Pria asal malaysia itu dianggap telah merendahkan profesi Gojek khususnya mitra driver.

Baca: Berawal dari Cita-cita Memeratakan Pembangunan, Pemuda 23 Tahun ini Terpilih Jadi Anggota DPRD

Baca: Mahasiswa Papua dalam Jumlah Besar Pulang Kampung, Gubernur Bingung: Sekarang Kami Pusing

Baca: Curi Ponsel Milik Temannya yang Sedang Tidur, Syukur Rahmad Giawa Diringkus Polisi

Baca: Momen Kemurkaan Soeharto hingga Todongkan Senpi ke Kepala Jenderal TNI saat G30S/PKI

"Kata-katanya yang viral itu, bilang driver Gojek itu miskin. Dan yang paling menyinggung kami, itu sudah menghina bangsa. Dan itu yang mendasari kami yang utama," tegasnya.

Mereka pun meminta pemerintah memproses secara hukum oknum pengusaha Big Blue Taxi itu supaya menimbulkan efek jera.

Baca: Momen Kemurkaan Soeharto hingga Todongkan Senpi ke Kepala Jenderal TNI saat G30S/PKI

Baca: Polisi Kantongi Identitas Pemotor Pelaku Penyerangan Pejalan Kaki yang Melintasi Trotoar

Baca: Naik Dua Kali Lipat, Usulan Anggaran Pilkada Sergai Ditolak Pemerintah dan DPRD

"Kami tidak terima, dan kami mohon kepada pemerintah Indonesia, untuk mendesak pemerintah Malaysia supaya diproses secara hukum Syamsul Bahri Ismail," katanya.

Baca: Kakak Kandung Bobby Nasution, Inge Amelia Dirumorkan Maju di Pilkada Simalungun

Baca: Terlalu Banyak Makan Kue Bulan, Darah Pria ini Berubah Warna jadi Putih Susu

Para ojek online turut membawa atribut spanduk yang menampilkan wajah Syamsul Bhari. Mereka juga turut membawa spanduk mendesak menghukum Syamsul.

Baca: Pemborong Swakelola Menangis saat Tuntut Pemkab Deliserdang Bayar Hutang

Baca: Sampah Berserakan di Badan Jalan Pasar Horas Siantar, Direktur SDM Sebut Karena Truk Rusak

Aksi unjuk ini diterima oleh Staff Ahli Pembangunan Pemko Siantar, Daniel Siregar dan Kabag Humas Pemko Pematangsiantar, Hammam Sholeh, Danramil Siantar Barat Kapten (Inf ) Warto Bimo.

Setelah menyampaikan aspirasinya, mitra driver Gojek melakukan melakukan konvoi.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved