Karnaval Danau Toba Tuai Protes dari Pedagang Pasar

Kamal S, pedagang kelapa parut mengatakan karnaval yang bertepatan dilaksanakan pada hari pekan itu akan mengganggu aktivitas jual beli di pasar.

Karnaval Danau Toba Tuai Protes dari Pedagang Pasar
TRIBUN MEDAN / ARJUNA BAKKARA
Kaum ibu menjunjung "manghunti" tandok pada Karnaval Karnaval Pesona Danau Toba untuk ketiga kalinya di Balige, Sabtu (27/10/2018) lalu 

TRIBUN-MEDAN.com - Karnaval Pesona Danau Toba yang akan dilaksanakan Jumat hingga Minggu,(13-15/09/2019) mendatang menuai protes dari pedagang di Pasar Tradisional Balige, Senin (9/9/2019).

Kamal S, pedagang kelapa parut mengatakan karnaval yang bertepatan dilaksanakan pada hari pekan itu akan mengganggu aktivitas jual beli di pasar.

"Kenapa harus dilakukan saat hari pekan, itu kan mengganggu aktivitas pasar," kata Kamal.

Kamal mengatakan, karnaval yang dilakukan Jumat ini kurang tepat karena kurang mendukung pedagang. Menurutnya, pedagang pasar tradisioanal akan mengalami kerugian.

Apalagi, menurutnya pedagang tradisional akan dilarang berdagan pada hari Jumat mendatang. Sebagian pedagang memang berjualan di Gedung Pasar Tradisional, namun sebagian di luar Gedung.

Karnaval Jumat mendatang akan dimulai pada Pukul 09.00 WIB yakni Kuliner Khas Toba hingga petang. Festival Kuliner Khas Toba itu akan dipusatkan di bundaran Kota Balige.

Tepatnya lokasi ini, terdapat banyak pedagang yang biasanya menjual berbagai kebutuhan warga. Para pedagang pun khawatir jika selanjutnya, tak lagi diperbolehkan berdagang.

Sekda Kabupaten Tobasa, Audi Murphy Sitorus menyebut Karnaval nanti tidak akan sampai merugikan pedagang. Sekda berharap semya pihak, termasuk pedagang harus mendukung kegiatan kepariwisataan.

"Ayo semua harus dukung. Ayo bangkit, kita sudah diambang pintu Destinasi Wisata Internasional,” ajaknya.

Namun, katanya Pemkab telah meminta pedagang pindah ke halaman kantor pengairan. Lokasi imi juga dianggap strategis untuk pedagang. 

“Kita sudah buat pengumuman perubahan lokasi jualan. Mereka sudah kita minta ke lokasi lain sementara ini, bukan berarti kita larang berjualan," tuturnya.

(Jun-tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved