Medali Perak Pra-PON Belum Sesuai Harapan, Lifter Sumut Teguh Santoso Bidik Emas PON

Teguh mengakui kalau pada saat berlaga di Pra-PON, sejumlah lawan berat termasuk Asep Setiawan dari Jabar mampu tampil dengan angkatan lebih besar.

Medali Perak Pra-PON Belum Sesuai Harapan, Lifter Sumut Teguh Santoso Bidik Emas PON
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Atlet angkat berat PABBSI Sumut, Teguh Imam Santoso (dua kiri). Peraih medali perak Kejurnas Pra-PON angkat berat di Jakarta 2019 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sukses meraih tiket lolos berlaga di PON Papua 2020 serta memboyong dua medali perak di ajang kejurnas Pra-PON cabor angkat berat yang digelar akhir Agustus kemarin ternyata belum membuat Teguh Imam Santoso puas.

Pasalnya hasil tersebut menurutnya masih diluar dari target awalnya yaitu medali emas. Apalagi untuk total angkatan, hasil Lifter Sumut yang turun di kelas 120 kg putra ini masih terpaut jauh dengan atlet asal Jawa Barat, Asep Setiawan yang meraih medali emas.

Teguh mengakui kalau pada saat berlaga di Pra-PON, sejumlah lawan berat termasuk Asep Setiawan dari Jabar mampu tampil dengan angkatan yang lebih besar. Apalagi Asep juga merupakan juara PON Jawa Barat tahun 2016 lalu.

"Total angkatan waktu Pra-PON 802,5 kg (Asep 910kg) . Dapat dua medali perak dari angkatan Deadlift dan Total. Jadi juara dua, tapi masih kurang puas karena harapannya medali emas. Cuma memang lawan masih lebih kuat, Asep medali emas PON 2016," ujarnya, Senin (9/9/2019).

Setelah meraih tiket PON, Teguh mengatakan tentunya akan kembali bertemu Asep di Papua tahun depan. Di PON nanti, Teguh pun menargetkan bisa merebut medali emas saat perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua tahun depan. Dia bertekad untuk bisa membalaskan kekalahannya dari para pesaingnya terkhusus atlet asal Jawa Barat tersebut. "Mudah-mudahan di PON nya bisa emas," harapnya.

Lebih lanjut kata Teguh, untuk mengalahkan Asep dan pesaing lainnya tentu tidak mudah. Mereka yang lolos ke PON juga pasti akan mempersiapkan diri sematang mungkin. Dia pun tak mau berdiam diri. Oleh Karenanya, Teguh juga akan berlatih sekuat tenaga untuk bisa meningkatkan total angkatannya.

"Pasti latihan lebih keras lagi dan meningkatkan angkatan bench press saya. Karena diangkatan itu saya masih banyak kekurangan," ungkap Peraih medali emas Kejurnas angkat berat di Jakarta 2018 lalu ini.

Teguh berharap, selama persiapan satu tahun menuju PON, dirinya bisa mengejar defisit angkatan yang mencapai 100 kg. Selain itu dia bersyukur tak ada mengalami cidera sehingga bisa fokus persiapan untuk berlaga di PON. Atlet kelahiran tahun 1986 ini tak mau berleha-leha dan akan berusaha semaksimal mungkin.

"Kurang lebih 100 kg beda angkatan di total. Makanya dalam waktu 1 tahun ini saya harus lebih giat berlatih. Harapan saya ada alat standar untuk pertandingan yang baru dan bisa dipakai latihan seperti tiang Squat sama meja bench press," pungkas peraih medali perunggu Asian Powerlifting Championship di Bandung tahun 2017 ini.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved