Pemborong Swakelola Menangis saat Tuntut Pemkab Deliserdang Bayar Hutang

Tidak sendiri saat itu seorang wanita bernama Rosa juga ikut berorasi. Ketika menyampaikan aspirasinya wanita berjilbab itu bahkan sampai menangis.

Pemborong Swakelola Menangis saat Tuntut Pemkab Deliserdang Bayar Hutang
Tribun Medan / Indra
Rosa istri dari pemborong swakelola ketika berorasi di depan gerbang kantor Bupati Deliserdang, Senin, (9/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebagian pemborong atau kontraktor swakelola yang pernah menjadi rekanan kerja Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Deliserdang kembali mengungkit-ungkit persoalan hutang yang belum dibayar Pemkab.

Meskipun persoalan tersebut sudah dibawa ke ranah hukum dan sudah sampai tingkat Kasasi di Mahkamah Agung namun pemborong masih terus menuntut pembayaran.

Tuntutan pemborong swakelola itu pun dilontarkan dalam aksi unjukrasa yang dilakukan di kantor Bupati dan kantor DPRD Deliserdang Senin, (9/9/2019). Ada puluhan massa yang saat itu bergabung dalam aksi ini.

Saat itu beberapa kontraktor pun saling bergantian melakukan orasi. Setiap lontaran yang mereka ucapkan diucapkan dengan nadi emosi yang menggebu-gebu.

Dianggap selama ini mereka telah turut serta membangun Deliserdang dan pekerjaan yang telah selesai dikerjakan juga telah dinikmati banyak masyarakat.

" Pak Bupati tolong bayarkan hutang proyek swakelola tahun 2014 sebesar Rp 175 milyar untuk 617 paket pekerjaan swakelola. Tolong bertanggungjawab karena karena memikirkan hal seperti ini sudah ada rekan-rekan kami yang meninggal jadinya. Tolong diperhatikan kami semua karena kerjaan yang kami kerjaan sudah dinikmati dan dirasakan masyarakat," kata Safrin salah satu mantan pemborong swakelola.

Tidak sendiri saat itu seorang wanita bernama Rosa juga ikut berorasi. Ketika menyampaikan aspirasinya wanita berjilbab itu bahkan sampai menangis.

Ia kecewa karena sampai suaminya meninggal pembayaran pekerjaan oleh Pemkab belum juga terealisasi.

" Suami saya sudah meninggal tapi sampai sekarang belum juga dibayar hutang kalian. Tolong pak Bupati bayar hutang kepada kami karena ada anak yatim sekarang di rumah dan harus saya kasih makan,"kata Rosa.

Terkait kasus swakelola ini, informasi yang dihimpun Tribun, Pemkab Deliserdang sudah pernah dua kali menelan kekalahan di Pengadilan.

Halaman
12
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved