Peserta Membludak Festival Layang-layang Siombak Kembali Hadir Minggu Depan

Festival ini sudah kedua kali dilaksanakan dan nyatanya masih diminati banyak orang.

Peserta Membludak Festival Layang-layang Siombak Kembali Hadir Minggu Depan
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
FOTO ILUSTRASI: FESTIVAL LAYANG-LAYANG 

TRIBUN-MEDAN.com - Ratusan Layang-layang berwarna cerah dengan berbagai motif unik menyemarakkan Festival Layang-Layang Siombak dengan tema Melestarikan Tradisi Permainan Layang-Layang Khas Melayu Yang Masih Bertahan di Paya Pasir, yang digelar di Tepi Danau Siombak, Paya Pasir Medan Marelan.

Festival ini sudah kedua kali dilaksanakan dan nyatanya masih diminati banyak orang. Tidak pandang umur, anak-anak, remaja, dewasa hingga orangtua ikut serta menyemarakkan keguatan tersebut.

Sekertasi Panitia, Herawanti Handayani mengatakan bahwa tema tersebut sengaja diangkat sebagai motif dasar bahwa budaya bermain layang-layanv semakin ditinggalkan karena minimnya lahan bermain.

"Layang-Layang khas Melayu yang ada di Paya Pasir ada tiga jenis, Sari Bulan, Tanduk dan Paha Ayam. Budaya bermain layang-layang mulai terkikis disebabkan ruang publik yang makin menyempit akibat pembangunan," katanya

Permainan layang-layang ini kata Herawati merupakan budaya masyarakat bahari dan agraris, namun seiring perkwmbangan zaman, Industri dan tehnologi mengikisnya. Untuk itu Komunitas Layang-Layang Paya Pasir Medan, berinisiatif menggagas kegiatan tersebut sebagai upaya pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang ada di wilayah pinggiran Medan Utara.

"Yang menginisiasi kegiatan ini adalah Dr. Phil Ichwan Azhari, MSi, yang kemudian dibangun konsep dan programnya oleh Agus Susilo. Ichwan Azhari ini adalah sejarahwan Sumatera Utara yang membangun Museum Situs Kotta Cinna di Paya Pasir. Agus Susilo adalah seniman yang mendirikan Teater Rumah Mata dan dua tahun ini konsen berkarya di situs Kotta Cinna," terangnya.

Tidak diragukan lagi, melunjaknya peserta dianggap sebagai perkembangan yang baik, bahwa ternyata masyarakat sekitar mendukung serta mencintai tradisi. Ia mengatakan antusias peserta sangat besar. Dua tahun penyelenggaraan Festival Layang-Layang ini, kata Herawati Komunitas Layang-Layang masih fokus menguatkan keikutsertaan masyarakat Medan di bagian Utar.

"Kalau peserta dari segala umur ada, mulai anak-anak hingga kakek-kakek ikut jadi peserta. Tahun ini ada 177 peserta. Masyarakat juga sangat antusias. Apalagi di tahun ke dua ini, didukung pihak kecamatan, kelurahan dan lingkungan di Medan Marelan," tambahnya.

Di tahun ketiga kata Herawati, merek menargetkan masyarakat seluruh wilayah Medan dan sekitarnya ikut sert. Dan di tahun ke empat akan menjadikannya even nasional. Dan di tahun ke lima akan menggaet peserta dari luar negeri.

"Di Tahun ke dua ini peran pemerintahan kecamatan Medan Marelan sangat besar. Kecamatan Medan Marelan yang dipimpin bapak Muhammad Yunus berhasil melibatkan seluruh elemen di kecamatan Medan Marelan untuk berpartisipasi. Selain pihak kecamatan Medan Marelan, kegiatan yang dilaksanakan Komunitas Layang-Layang Paya Pasir ini juga didukung PTPN 4, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh, Rakyat Akal Sehat, Berdikari, Teater Rumah Mata dan Museum Situs Kotta Cinna," katanya.

Herawati menegaskan karena banyaknya peserta yang berpartisipasi, maka Festival akan dilanjutkan minggu depan.

"Karena peserta membeludak, jadi kita lanjutkan minggu depan lagi, tepatnya di Hari Minggu tanggal 15 September, kita fokus di atraksi permainan layang-layang tradisional, pun untuk elemen lainnya tetap kita hadirkan," tambahnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved