PLN UP3 Medan Bangun kabel SKTM 20 KV Sepanjang 29.14 KMS

Sebagai langkah nyata adalah dengan cara mengalihkan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) 20 Kilo Volt (kV) dari kabel udara menjadi kabel tanam.

PLN UP3 Medan Bangun kabel SKTM 20 KV Sepanjang 29.14 KMS
Tribun Medan / Natalin
Manager Bagian Konstruksi PLN UP3 Medan, Dwita Aswiyanti saat bertemu awak media. PLN melakukan penanaman kabel Tegangan Menengah 20 kV dibeberapa titik lokasi dikota Medan secara tersebar. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Tak hanya menjaga keandalan listrik demi memberi kenyamanan bagi pelanggan, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Medan ternyata turut memiliki tanggungjawab dalam pembenahan Kota Medan.

Sebagai langkah nyata adalah dengan cara mengalihkan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) 20 Kilo Volt (kV) dari kabel udara menjadi kabel tanam.

Manager Bagian Konstruksi PLN UP3 Medan, Dwita Aswiyanti mengatakan PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan sejak dua satu minggu lalu tepatnya di bulan September telah mulai melakukan penanaman kabel Tegangan Menengah 20 kV dibeberapa titik lokasi dikota Medan secara tersebar.

Diakuinya, pekerjaan tersebut merupakan upaya yang dilakukan PLN UP3 Medan dalam rangka memperkuat sistem kelistrikan yang ada di Kota medan.

Selain itu pembangun pembangunan Saluran Kabel Bawah Tanah 20 kV ini juga termasuk pekerjaan rehabilitasi Saluran Udara Tegangan Menengah 20kV dalam rangka memperbaiki estetika kota Medan karena kabel-kabel Tegangan Menengah diudara mulai berkurang memenuhi ruang udara tata kota Medan yang ada.

"PLN UP3 Medan membangun kabel SKTM 20 KV tahun ini sepanjang kurang lebih 29.14 KMS dimana 9.6 kms untuk pembangungan penyulang  baru, dan 19.54 kms untuk rehabilitasi pemindahan saluran udara kabel tegangan menjadi kabel tanah 20 kV untuk estetika konta Medan atau sejumlah total 15 penyulang untuk menghubungkan jaringan kelistrikan mulai dari Gardu Induk GIS Listrik, Gardu Induk Glugur, sekaligus Gardu Induk Titi Kuning, dimana masing-masing Gardu Induk tersebut terkoneksi juga dengan Gard Hubung-Gardu Hubung Lain yang tersebar lokasinya di Kota Medan," ucap Dwita, Senin (9/9/2019).

Ia menjelaskan tujuan dari pembangunan kabel SKTM 20KV dan GH 20 KV adalah mengantisipasi manuver
apabila terjadi gangguan pada salah satu trafo daya 150KV atau GI, sehingga beban dapat dialihkan ke Gardu Induk yang lain melalui GH 20KV dan penyulang express 20 KV yang baru dibangun sehingga pemadaman akibat gangguan cepat teratasi.

Adanya pembangunan-pembangunan tersebut bisasedikit mengganggu aktivitas masyarakat dan PLN meminta maaf atas hal tersebut, namun demikian PLN tetap mengedepankan keselamatan pengguna jalan, masyarakat maupun pekerja itu sendiri.

"Atas pembangunan itu pasti berdampak, namun demikian dipastikan bahwa PLN berupaya seminimal dan sesingkat mungkin waktu pelaksanaan pembangunan saluran kabel tanah 20 kV tersebut. Jadi kalau kerja pada pagi harinya, malamnya harus sudah selesai walau tidak normal sekali namun sudah bisa untuk dilalui. Ada waktu dan proses yang harus dipenuhi untuk standarisasi pengaspalan sehingga tidak bisa langsung dilakukan pengaspalan," jelasnya.

Saat bertemu dan memberikan penjelasan kepada awak media, Dwita didampingi Hasudungan Siahaan Manager Bagian Jaringan, Apridawati Harahap Manager Bagian Pemasaran dan Mery Manager Bagian Keuangan dan Administrasi.

"Kami dari manajemen PLN UP3 Medan meminta maaf kepada masyarakat bila ada hal-hal yang mengganggu aktivitas akibat dari pembangunan tersebut. Tetapi pembangunan tersebut Kami rasa jauh lebih penting untuk kehadalan sistem kelistrikaan kota Medan kedepannya," kata Dwita.

Ia memastikan pembangunan tersebut akan segera diselesaikan sebelum akhir tahun 2019 ini. Dengan penguatan sistem kelistrikan ini, diharapkan kehandalan pasokan listrik kota Medan semakin meningkat sehingga kepercayaan investor akan semakin baik dan efeknya pembangunan kota Medan semakin berkembang.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved