Rapat Tim Terpadu Pemkab Tobasa, Warga Sigapiton Berharap Kuburan Moyang Mereka Tak Diganggu

Pengurus kelompok Adat Butarbutar, Mangatas Togi Butarbutar mengatakan warga berkumpul agar tanah hingga kuburan leluhurnya selamat.

Rapat Tim Terpadu Pemkab Tobasa, Warga Sigapiton Berharap Kuburan Moyang Mereka Tak Diganggu
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Rapat Tim terpadu Pemkab Tobasa yang dihadiri oleh Sekda Tobasa dan jajaran, serta Dirut BPODT Ari Prasrtyo bersama masyarakat Adat Desa Sigapiton di Kaldera Toba, Senin (9/9/19) Pukul 16.00 WIB. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA-Warga Masyarakat Adat kelompok Marga Butarbutar dan Bius Paropat Sigapiton berkumpul di Dusun Sileang-leang,,"Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, Senin (9/9/2019).

Pengurus kelompok Adat Butarbutar, Mangatas Togi Butarbutar mengatakan warga berkumpul agar tanah hingga kuburan leluhurnya selamat dari alat berat beko.

"Kami di lokasi Talpe Sigapiton yg tidak terima jika tanah adat leluhur diampas untuk pembangunan wisata tanpa prosedur,"ujar Togi.

Menurutnya, hingga saat ini masih terjadi konflik antara BPODT, Pemkab Tobasa dengan warga Masyarakat Adat, antara lain Raja Bius Motung Siopat Marga, juga Kelompok marga Butarbutar dari Dusun Sileang-leang, Sigapiton.

Buntut panjang persoalan tersebut ditandai dengan tidak 'clean and clearnya' lahan 386, 5 Ha di lokasi yang saat ini difokuskan pembangunan resort, hotel dan lain-lain. Beberapa waktu lalu, sempat dilaporkan oleh Pemkab, dan BPODT kepada Presiden Joko Widodo bahwa lahan tersebut sudah clean and clear.

Sabtu (7/9/2019) siang hari lalu, mereka telah bertemu dengan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, juga pihak BPODT dan Pemkab Tobasa. Pertemuan dengan Luhut, mereka membahas pembukaan jalan ini direncanakan sepanjang 1,9 Kilometer dengan lebar 18 meter.

Jalan ini dibuka dari The Caldera Nomadic Toba hingga ke Batu Silali, Desa Sigapiton. Sebelumnya pembukaan jalan ini sempat menuai penolakan dari masyarakat karena jalan tersebut melewati daerah pekuburan dan juga perladangan masyarakat.

Mendengar permohonan itu, Luhut langsung dengan tegas akan menjamin bahwa masyarakat tidak akan dirugikan. Dia bahkan mengatakan bahwa tim appraisal dari Kementerian Keuangan akan turun untuk menghitung nilai tanaman masyarakat yang dilalui jalan yang akan dibuka. Selain itu, jalan yang semula direncanakan melewati pekuburan akan digeser agar tidak melalui pekuburan tersebut.

"Masyarakat tidak akan dirugikan. Saya jaminannya asal itu sesuai aturan," ujarnya menanggapi permohonan masyarakat.

Mengantisipasi agar pembukaan jalan sesuai kesepakatan, pihak Butarbutar bertahan agar jalan tidak dibuka. Apalagi, ada pekuburan leluhur mereka di sana.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved