Ditilang, Zaenal Abidin (29) Datangi Satlantas Polres Berkelahi dengan Polantas, Akhirnya Tewas

Zaenal disebut menyerang Bripka Nuzul dengan cara memukul menggunakan tangan terkepal ke bagian pipi sebelah kiri dan hidung secara bertubi-tubi.

Ditilang, Zaenal Abidin (29) Datangi Satlantas Polres Berkelahi dengan Polantas, Akhirnya Tewas
facebook/satlantas polres lombok timur
Ditilang, Zaenal Abidin (29) Datangi Satlantas Polres Berkelahi dengan Polantas, Akhirnya Tewas. Aktivitas penindakan yang dilakukan Satlantas Polres Lombok Timur. 

#Ditilang, Zaenal Abidin (29) Datangi Satlantas Polres Berkelahi dengan Polantas, Akhirnya Tewas

TRIBUN-MEDAN.com - Pemuda asal Desa Paok Motong, Lombok Timur, Zaenal Abidin (29), tewas setelah diduga berkelahi dengan oknum kepolisian di Satlantas Polres Lombok Timur.

Polisi menyebut, Zaenal Abidin meninggal setelah terlebih dulu mengamuk dan menyerang petugas karena persoalan tilang.

Sahabudin (60), ayah Zaenal Abidin  menyebutkan, mendapatkan informasi dari polisi bahwa anaknya masuk rumah sakit pada Sabtu (7/9/2019) dini hari pukul 4.00 Wita.

"Sekitar jam 4 malam itu saya dapat informasi dari petugas, Zaenal masuk rumah sakit," kata Sahab saat ditemui di kediamannya, di Dusun Tunjang Selatan, Minggu (8/9/2019).

Sesampainya di Rumah Sakit Umum Sudjono (RSUD) Lombok Timur, Sahabudin kaget melihat ada luka lebam di sekujur tubuh anakanya.

"Saya kaget ternyata di bagian muka memar, di belakang kepalanya ada memar juga, dan di kakinya," ungkap Sahab.

Sahabudin tidak menduga anaknya dianiaya.

"Kalau kelihatannya ada yang memukul, tapi saya tidak tahu siapa orangnya," tutur Sahab.

Bapak Zaenal Abidin ditemui dikediaman Rumahnya

Sahabudin, orangtua Zaenal Abidin ditemui dikediaman Rumahnya(KOMPAS.COM/IDHAM KHALID)
Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved