News Video

Sosok Misterius Jubah Putih di Pasar Lintong Nihuta, Ingatkan Puji Tuhan pada Hari Minggu

Sosok misterius berjubah putih hebohkan pedagang di Pasar Lintong Nihuta, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara

Sosok Misterius Jubah Putih di Pasar Lintong Nihuta, Ingatkan Puji Tuhan pada Hari Minggu
Tribun Medan
Sosok misterius berjubah putih di Kabupaten Humbahas viral di jagat maya 

Entah apa yang akan terjadi....

Barusan saya minta deteksi aura pada foto kepada ibu Ocha Azalea Sebayang...

Dan Allahuakbar Puji Tuhan, rupanya sudah muncul TONGKAT NABI MUSA di Bumi Pertiwi ini !!

Silahkan bagi anda yang punya SIX Instinc atau INDIGO kasih pendapat !

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang berdiri

Postingan ini pun ramai ditanggapi netizen.

Berikut rangkuman tanggapan netizen yang dikutip Tribun-Medan.com, Senin (9/9/2019)

"Jangan bodoh, tongkat Musa adalAh tongkat kayu biasa yang dipake Tuhan, itu mah manusia biasa ,cari sensasi, memang seharusnya orang Kristen jangan kerja hari Minggu, ibadah, cari Tuhan, sembah Dia, cukup 6 hari kerja, Tuhan pasti memberkati," tulis akun @Sonta Siahaan. 

"Tapi baiknya, coba didengar saran yang baik....." tulis akun @Panitra Nedy. 

"Tahun 60-an di Medan, ada juga penampilan berbusana jubah putih, dikenal sebagai Panggabean. Beliau mengingatkan orang untuk "Bertobatlah, Kerajaan Sorga telah dekat". Mungkin yang di Lintong ini generasi penerusnya," tulis akun @Robin Sitepu. 

"Ada benarnya sobat. Sorgawi = mungkin tak masuk akal melihat pelaku(orangnya) walaupun perkataannya benar menurut agama. Duniawi = Mari kita sikapi secara mendetail pelaku penyebar perkataan itu dengan dasar cari perhatian agar kita tak muda terprovokasi yang sepertinya muncul nabi2 palsu ujung ceritanya...
Manusia= mari kita benahi diri berdasarkan perkataannya agar kita sadar diri dan bukan tentang pelaku ...
Selnjutnya urusan kita sebagai individu per individu dalam menyikapi peristiwa yang ada mana tahu HOAX atau Adegan Yang di dramatis Atau Cari perhatian ataupun Lainnya ...HORAS," tulis akun @Rijoice Sitohang.

"Didengar boleh dan dilakukan, jangan seperti kejadian di si Hobuk Tarutung kan pernah dengar cerita itu orang tua minta air satu gelas ke beberapa orang, ga mau kasih trus orang itu bilang sebentar lagi ada air di sini, selang beberapa hari terjadi lah banjir bandang di Sihobuk itu," tulis akun @Lewaker Marbun.

"Teman-teman tujuan tulisan ini kan cuma sebagai info, sy teringat sebelum Sinabung meletus, saat kami melintas di jalan menuju arah Kutacane, di atas Bukit Kem-Kem, kakek penunggu bukit tsb berkuda putih memegang tongkat tonggal Panaluan, sy langsung berteriak n kasih salam, beliau bilang kita manusia kikir sedekah bumi, padahal hasil pertanian melimpah, katanya, maka akan kuberikan peringatan, sy yg bodoh ini minta ampun berkali-kali jangan Nini, mohon maaf lah kami yg serakah n lupa bersyukur, 5 hari setelah itu terjadilah letusan Sinabung yg memporak-porandakan desa n ladang petani sampai hari ini, jadi kita yg di Sumatera contohlah cara" di jawa dg acara "Sekaten" dll," tulis akun @Ocha Azalea Sebayang. (*)

Penulis: Abdi Tumanggor
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved