TERUNGKAP Ayah Tiri Pembunuh Anak di Langkat Ternyata Residivis, Sang Ibu Kandung Turut Tersangka

Kasatreskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa mengatakan, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka

TERUNGKAP Ayah Tiri Pembunuh Anak di Langkat Ternyata Residivis, Sang Ibu Kandung Turut Tersangka
HO/Polres Langkat
Suasana saat polisi membongkar kuburan anak berusia dua tahun, yang tewas karena disiksa ayah tirinya di Langkat, waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polisi menemukan fakta baru dalam penganiayaan berujung kematian yang dilakukan oleh Riki Ramadhan Sitepu (30) ayah tiri dan Sri Astuti (28) ibu kandung terhadap korban M Ibrahim Ramadhan (2). Diketahui sang ayah ternyata merupakan seorang residivis.

Kasatreskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa mengatakan,
keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

"Dalam kasus ini, sang ibu korban tidak ikut memukul. Tapi dia mengetahui perbuatan pidana suaminya. Namun tidak melaporkannya dan justru malah ikut menyembunyikan jenazah sang anak di antara jurang-jurang bukit," kata Fathir, Senin (9/9/2019).

"Posisi menguburkannya pun tidak di areal yang wajar. Di bawah perbukitan lagi. Di antara jurang-jurang. Niatnya untuk menyembunyikan jenazah si anak. Ada peran di situ makanya jadi tersangka," sambungnya.

Baca: Sri Astuti Terancam jadi Tersangka kasus Pembunuhan Anaknya, Berusaha Kabur saat Hendak Diamankan

Baca: Bupati Langkat Berang, Kutuk Keras Tindakan Ayah Tiri Pembunuh Bayi

Fathir menambahkan bahwa Sri Astuti tidak dalam kondisi di bawah ancaman saat pelaku melakukan perbuatannya.

"Dia tidak diancam. Cuma dia mungkin karena sudah pernah gagal, karena ini dia kan janda. Mungkin karena faktor lain yang tak bisa kita bilang," sebutnya.

Fathir menjelaskan, sejak ditangkap dan awal-awal pemeriksaan, keduanya masih terlihat menangisi perbuatannya. Pihaknya juga merasa tidak perlu mengecek kejiwaan. karena selama ini penyidik tidak pernah mengalami hambatan saat melakukan pemeriksaan dan pelaku bisa menjelaskan dengan jelas perbuatannya.

"Di awal-awal iya menangis. Sekarang tidak lah. Memang kejam itu bapaknya," tuturnya.

"Tidak ada kecurigaan dia ada gangguan kejiwaan. Selain itu dia residivis pelaku pencurian. Dia pernah menjalani hukuman. Kapan dan di mana, harus lihat dokumen lagi lah," jelasnya.

Untuk diketahui, kedua tersangka ditangkap petugas saat akan melarikan diri di Jalan Binjai-Bukit Lawang. Saat itu keduanya sudah membawa barang bawaan berupa tas. Mereka (tersangka) hendak melarikan diri, menunggu tumpangan ke arah Bukit Lawang.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved