Wanita ini Pilih Resign dari Kerjaan demi Usaha Pisang Goreng Bersambal

Mantan karyawan di perusahaan ekspedisi ini mengundurkan diri untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan passionnya.

Wanita ini Pilih Resign dari Kerjaan demi Usaha Pisang Goreng Bersambal
Tribun Medan /Septrina Ayu Simanjorang
Nevi Rahman menunjukkan produk Gorsam Mesan buatannya, Senin (9/9/2019). Ia membuat pisang goreng yang menggunakan kuah pedas. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Pisang goreng merupakan makanan yang umum bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Pisang goreng sangat mudah ditemukan oleh masyarakat.

Namun seiring berkembangnya zaman, cara mengkonsumsi pisang goreng kian bervariasi. Pisang goreng ini sering dipadupadankan dengan toping seperti coklat dan keju.

Namun Nevi Rahman membuat pisang goreng yang menggunakan kuah pedas. Olahan ini ia pasarkan dengan nama Gorsam Medan atau Pisang Goreng Sambal Medan.

Mantan karyawan di perusahaan ekspedisi ini mengundurkan diri untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan passionnya.

Usaha ini dia mulai sejak 2017, idenya bermula karena Nevi melihat penjual goreng sambal di kampungnya.

"Namanya di kampung disebut gorsam juga. Tapi yang ini saya modifikasi. Saya buat dalam tiga varian yakni toping keju, kacang, dan campuran keduanya," ujarnya, Senin (9/9/2019).

Ia mengatakan dari semua jenis pisang yang pernah ia gunakan, pisang kepok adalah pilihan pisang yang terbaik. Karena pisang jenis ini cita rasanya manis namun tidak enek.

"Pisang ini digoreng krispi lalu ditambahkan bumbu sambal yang terbuat dari gula merah, cabai, dan beberapa bumbu lainnya," katanya.

"Memang tidak umum makanan ini, tapi dari semua yang pernah pesan saya dapat respon yang baik dari para pelanggan," sambungnya.

Usaha ini awalnya ia mulai di rumah dengan modal Rp 500 ribu. Karena tergabung dalam sebuah komunitas, Nevi diberikan kesempatan membuka usaha di sekretariat komunitas tersebut yang beralamat di Jalan Perjuangan nomor 2b.

"Kesempatan ini terbuka untuk semua anggota komunitas yang akan buka usaha. Selain menjual di tempat tersebut saya juga menjual melalui Instagram," katanya.

Dalam sehari ia bisa menjual hingga tiga puluh kotak gorsam. Satu kotak dijual dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu tergantung toppingnya.

"Peluang usaha seperti ini saya lihat masih berkembang di Medan karena memang unik. Untuk menaikkan usaha mungkin harus cari investor agar semakin berkembang usahanya," ujarnya.

Untuk yang memulai usaha ia mengatakan setiap orang pasti memiliki potensi berdagang. Yang terpenting jangan menyerah dan terus berusaha.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved