Bos Pabrik Mancis Ilegal Mengaku di Jakarta Selama Jalani Proses Hukumnya

Indramawan dengan santainya, saat berada di mobil tahanan jaksa mengaku selama ini di Jakarta, tidak mendekat di sel tahanan Polres Binjai.

Bos Pabrik Mancis Ilegal Mengaku di Jakarta Selama Jalani Proses Hukumnya
Tribun Medan / Dedy Kurniawan
Dirut PT Kiat Unggul, Indramawan saat berada di mobil tahanan Kejaksaan Negeri Binjai dalam proses pelimpahan Tahap II, Selasa (10/9/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Pabrik induk korek api gas rumahan, PT Kiat Unggul dianggap lalai menyebabkan matinya orang.

Dirut PT Kiat Unggul, Indramawan, Manajer Burhan dan Supervisi personalia Lismawarni ditetapkan tersangka pascatragedi kebakaran pabrik yang menewaskan 30 jiwa di Jalan T Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Diketahui proses hukum dan penahanan ketiganya ditangani Polres Binjai. Dan hari ini Selasa, (10/9/2019) dilakukan Tahap II pelimpahan ke Kejari Binjai setelah penetapan tersangka 22 Juni 2019 silam.

Dirut PT Kiat Unggul, Indramawan memberikan jawaban mengejutkan ketika diwawancarai Wartawan di Kejari Binjai. Pria paruh baya berkepala plontos ini mengaku selama ini di Jakarta.

"Selama proses hukum ditahan dimana? Di Polres atau Jakarta," tanya Tribun Medan.

Indramawan dengan santainya, saat berada di mobil tahanan jaksa mengaku selama ini di Jakarta, tidak mendekat di sel tahanan Polres Binjai.

"Ya, Saya di Jakarta," katanya singkat.

Mendengar jawaban Indramawan, Supervisi Pabrik Lismawarni sontak menimpali. Lismawarni buru-buru mengatakan selama ini dirinya dan dua tersangka lainnya berada di sel Polres Binjai.

Terpisah Kasi Pidum, F Jalil membenarkan bahwa ketiganya sudah dalam proses Tahap II. Namun, F Jalil belum bisa berkomentar lebih banyak terkait Tahap II.

"Ya sudah hari ini mereka diserahkan Tahap II," katanya singkat.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal berlapis. Direktur Utama PT Kiat Unggul, Indramawan disangka melanggar 359 KHUP (kelalaian mengaakibatkan matinya orang lain), lalu Pasal 188 KUHP (kelalaian yang menyebabkan kebakaran yang menyebabkan matinya orang lain), Pasal 61, Pasal 62 Nomor 26 Tahun 2017 tentang penataan ruang, Pasal 109 UU nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Perlindungan Anak Pasal 76 H, dan 76 I Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2002, Pasal 90 (1), 185 Ayat 1 UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Manajer pabrik, Burhan dikenakan Pasal 359 KHUP (kelalaian mengaakibatkan matinya orang lain), lalu Pasal 188 KUHP (kelalaian yang menyebabkan kebakaran yang menyebabkan matinya orang lain), UU No 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, UU Perlindungan Anak Pasal 76 H, dan 76 I Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2002.

Supervisi pabrik, Lismawarni disangka melanggar 359 KHUP (kelalaian mengaakibatkan matinya orang lain), lalu Pasal 188 KUHP (kelalaian yang menyebabkan kebakaran yang menyebabkan matinya orang lain), Pasal 74 Huruf D dan Pasal 183 UU tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

 (dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved