Sri Sedang Hamil saat Ikut Kubur Bayinya Bersama Sang Suami, Terancam Hukuman Seumur Hidup

Sri pun telah ditetapkan tersangka, setelah terbukti ikut membunuh dan mengubur balita berusia 2 tahun 3 bulan, MIR alias Akil

Sri Sedang Hamil saat Ikut Kubur Bayinya Bersama Sang Suami, Terancam Hukuman Seumur Hidup
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Riki Sitepu dan Sri Astuti, pasangan suami istri pembunuh bayi di Langkat, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Kepolisian Polres Langkat terus melakukan pendalaman terkait keterlibatan Sri Astuti (28) kasus ibu kandung membunuh anak di Langkat.

Sri pun telah ditetapkan tersangka, setelah terbukti ikut membunuh dan mengubur balita berusia 2 tahun 3 bulan, MIR alias Akil bersama suami sirinya, Riki Ramadhan Sitepu (30).

"Ibunya ini terlibat. Kami terus menggali keterangan Sri. Memang setelah sehari menjalani pemeriksaan, kita menetapkannya sebagai tersangka. Sri terbukti turut serta membantu pelaku utama Riki Ramadhan Sitepu, yang merupakan suami keduanya membunuh anaknya dan menguburkan anaknya di Kebun. Keterlibatan Sri, sejauh ini mengetahui dan membiarkan pelaku utama Riki, melakukan penganiayaan yang berujung meninggalnya bayinya sendiri," kata Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa, Selasa (10/9/2019).

Baca: TERUNGKAP Ayah Tiri Pembunuh Anak di Langkat Ternyata Residivis, Sang Ibu Kandung Turut Tersangka

Baca: Riki Ramadhan Si Ayah Tiri Keji Terancam Hukuman Mati, Tega Aniaya Balitanya Hingga Tewas

Proses pengambilan jasad balita di sebuah bukit di Dusun I, Desa Ponco Warno Kecamatan Salapian, Langkat. Pelaku adalah ayah tirinya. Polisi masih mendalami keterli atau ibu kandungnya.
Proses pengambilan jasad balita di sebuah bukit di Dusun I, Desa Ponco Warno Kecamatan Salapian, Langkat. Pelaku adalah ayah tirinya. Polisi masih mendalami keterli atau ibu kandungnya. (Dok. Polres Langkat)

Sri diketahui hamil sedang hamil saat ikut serta terlibat membunuh anak kandungnya. Sri saat ditahan di Mapolres Langkat sedang berbadan dua, hamil dua bulan anak kedua.

"Itu juga yang menjadi kecemasan kita saat melakukan proses pemeriksaan. Karena saat kami lakukan pemeriksaan Sri) tengah hamil. Jadi kami benar-benar hati-hati dalam penanganannya" ungkap AKP Teuku Fathir Mustafa.

"Bahaiamana pun satu sisi, kita harus mempertimbangkan kondisi pelaku yang tengah hamil. Jangan sampai kita dibilang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) atau tidak berprikemanusian dengan kondisinya itu. Di sisi lain, kita sebagai penegak hukum harus menjalankan proses hukum sesuai prosedur," jelas mantan Kasat Reskrim Deliserdang.

Kasat mengungkap betapa tega dan sadisnya Riki Sitepu menghabisi nyawa anak tirinya. Balita yang semestinya medapatkan perlindungan dari orang tua, malah kerap mendapatkan penganiayaan bertubi-tubi dari ayah tirinya Riki.

"Jadi pernikahan Riki dan Sri, baru berjalan dua tahun dan mereka nikah secara sirih. Sedih kali nasib anak itu. Hasil autopsi visum, rusuk patah, bekas cekikan, memar di kepala. Sadis lah, bertahap disiksa terus, digantung anak itu, dilibas kayu, disulut api rokok. Anak itu sering ditinggal tiap orangtuanya berkebun, dia dikunci di dalam rumah, jadi anak ini tersisa kali lah," ungkapnya.

"Masyarakat situ syukurnya peduli sama anak itu, sering anak itu diajak main-main dan dibawai makanan. Karena itu lah warga heran pas anak itu gak nampak selama lima hari. Ditanya warga terus sampai kedua orangtua yang membunuh gak nyaman. Ujungnya ketemu lah tanah gundukan, ternyata anak itu sudah dikubur orang itu," paparnya.

Akil selama ini, terbilang anak yang cerdas dan aktif, setiap warga yang melintas hendak ke kebun selalu melihatnya main-main. Warga pun menaruh rasa sayang dengan Akil, namun tidak dengan ayah tirinya Riki dan ibu kandungnya, Sri.

Atas perkara ini, Ricky Sitepu dan SR dipastikan akan menghabiskan hidup di penjara dengan waktu cukup lama. Pihak Polres Langkat akan menerapkan pasal berlapis. Ancamannya, ada UU tindak pidana pembunuhan dan UU Perlindungan Anak.

"Ancaman penjara seumur hidup atau penjara maksimal 20 tahun," pungkasnya.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved