Bukalapak Dikabarkan PHK Karyawan, Pengamat: Efisiensi Bukan Berarti Kebangkrutan

Menurutnya kehadiran bonus gratis ongkos kirim juga menjadi pendorong konsumen melakukan transaksi di market place itu.

Bukalapak Dikabarkan PHK Karyawan, Pengamat: Efisiensi Bukan Berarti Kebangkrutan
m14/Yosia Margaretta
BUKALAPAK menggelar jumpa pers menjelang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017). (m14/Yosia Margaretta) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bukalapak tengah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada sejumlah karyawannya.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Wahyu Ario Pratomo mengatakan persaingan di market place yang ketat memaksa Bukalapak harus melakukan efisiensi

"Konsumen pasti mencari marketplace yang memberikan keuntungan yang besar melalui harga yang bersaing," ujarnya saat dihubungi Tribun Medan, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya kehadiran bonus gratis ongkos kirim juga menjadi pendorong konsumen melakukan transaksi di market place itu.

"Ada beberapa market place yang memiliki sendiri perusahaan logistiknya, sehingga menjadi lebih murah bahkan gratis," katanya.

Selain itu, bonus-bonus pada waktu-waktu tertentu menjadi media promosi dan peningkatan penjualan. Dengan demikian, market place yang kuat, akan lebih dapat bersaing.

Salah satu efisiensi yang dapat dilakukan Bukalapak adalah pengurangan jumlah karyawan. Tapi menurutnya efisiensi tidak serta merta berarti kebangkrutan.

"Tidak semestinya efisiensi berarti kebangkrutan. Karena efisiensi untuk membuat perusahaan dapat lebih bersaing. Apalagi teknologi informasi memang tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak," pungkasnya

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved