Bukalapak Tutup Kantornya di Medan, Manajemen Sebut Tak Pengaruhi Mitra Bisnis

Intan membantah isu yang beredar terkait puluhan karyawan yang di PHK di Medan. Sebab diakuinya karyawan di Medan tidak banyak.

Bukalapak Tutup Kantornya di Medan, Manajemen Sebut Tak Pengaruhi Mitra Bisnis
COO Bukalapak, Willix Halim bersama CEO Bukalapak, Achmad Zaky, dan CTO Bukalapak Nugroho Herucahyono, serta CFO Bukalapak, Fajrin Rasyid memotong tumpeng bersama dalam perayaan HUT Bukalapak yang ke-8. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kabar tidak sedap berembus dari salah satu startup unicorn Indonesia, Bukalapak. Kantor Bukalapak dikabarkan tutup di Medan.

Informasi yang berkembang puluhan karyawan di PHK lantaran tutupnya kantor cabang Bukalapak yang berada di kompleks atau perumahan Golden Town House Blok B No 21, Jalan Ampera I, Sei Sikambing C, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Head of Corporate Communication, Intan Wibisono membenarkan hal tersebut.

"Bukalapak yang di Medan kita alihkan ke Bandung sebagai pusat Research and Development (R&D). Jadi kegiatannya masih berlangsung tapi tidak terpusat secara fisik di satu kantor," ujar Intan, Rabu (11/9/2019).

Intan membantah isu yang beredar terkait puluhan karyawan yang di PHK di Medan. Sebab diakuinya karyawan di Medan tidak banyak.

"Ditutupnya kantor Medan karena masih dalam tahap soft launch, jumlah karyawannya juga masih dalam hitungan jari tangan dan yang memiliki skill set sesuai dengan kebutuhan kepegawaian akan direlokasi," jelasnya

Saat ditanya Tribun Medan, karyawan tersebut direlokasi kemana? Intan menjawab tergantung assignmentnya sebab Bukalapak memiliki kantor di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Sehingga karyawan tersebut direlokasi ke kantor yang ada di beberapa kota tersebut.

"Bahkan banyak juga yang kerja remote dari rumah. Jadi dengan tutupnya kantor di Medan enggak ada dampaknya ke warung mitra, pengguna, atau mitra bisnis dalam bentuk apapun," ucap Intan.

Ia menjelaskan saat ini Bukalapak berupaya keras untuk menjaga kepercayaan seluruh masyarakat Indonesia dengan melakukan berbagai penataan internal secara strategis, yang termasuk upgrade sistem.

"Lalu penerapan berbagai kebijakan dan prosedur baru, rekrutmen secara spesifik di berbagai level, restrukturisasi organisasi, serta fokus pada produk dan program yang relevan untuk masyarakat Indonesia melalui beberapa program," katanya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved