Dinyatakan Hilang Sejak Minggu di Aliran Sungai Aek Silau, Jasad Ranto Akhirnya Ditemukan Warga

Ranto, biasa ia disapa ditemukan oleh warga, berjarak sekitar 10 meter dari lokasi awal korban pertama kali dinyatakan hilang.

Dinyatakan Hilang Sejak Minggu di Aliran Sungai Aek Silau, Jasad Ranto Akhirnya Ditemukan Warga
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Petugas BPBD Asahan dan Basarnas Tanjungbalai Asahan mengevakuasi jasad Harianto Aruan yang sudah terbungkus kantong jenazah di sungai Aek Silau Dusun II Desa Tomuan Holbung, Rabu (11/9/2019). Korban hilang setelah permisi memancing pada Minggu (8/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Harianto Aruan (19) warga Dusun I, Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir yang hilang sejak Minggu (8/9/2019) sungai Aek Silau titik lokasi di Dusun II Desa Tomuan Holbung akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, Rabu (11/9/2019).

Ranto, biasa ia disapa ditemukan oleh warga, berjarak sekitar 10 meter dari lokasi awal korban pertama kali dinyatakan hilang.

"Mayat ditemukan oleh masyarakat sekitar 10 meter dari lokasi awal pada pukul," kata petugas BPBD Asahan, Sugiarto, Rabu.

Temuan mayat itu, selanjutnya disampaikan kepada petugas BPBD Asahan dan Basarnas Tanjungbalai Asahan yang sejak Senin (9/9/2019) turun ke lokasi melakukan pencarian.

"Jenazah korban lalu dievakuasi Basarnas dan BPBD. Selanjutnya dibawa ke puskesmas sekitar dan dibawa pulang oleh keluarga," ujarnya.

Sebelumnya Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Asahan, Khaidir Sinaga menjelaskan korban dinyatakan hilang karena tak kunjung kembali ke rumah. Padahal pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB Ranto permisi untuk pergi memancing.

"Korban permisi sama keluarga, pergi memancing ikan di sungai Aek Silau titik lokasi di Dusun II Desa Tomuan Holbung. Tapi sampai pukul 19.00 WIB korban tidak kunjung pulang," kata Khaidir, Selasa (10/9/2019)

Selanjutnya keluarga bersama masyarakat berinisiatif melakukan pencarian hingga ke lokasi korban biasan memancing. Tetapi hanya menemukan barang-barang milik korban berupa satu buah tas, satu unit telepon seluler, saru buah joran serta ikan hasil pancingan yang berada di pinggir sungai.

"Sepeda motor milik korban juga ada di lokasi. Sehingga diduga korban terjatuh dan hanyut di aliran sungai Aek Silau," ucapnya.

Keluarga lalu melaporkan peristiwa itu ke kantor Desa Tomuan Holbung dan polsek setempat.

Kondisi lokasi medan membuat petugas BPBD Asahan dan Basarnas Tanjungbalai Asahan mengalami kesulitan ketika melakukan pencarian.

"Lokasi pencarian kondisi medannya curam, terjal, menurun hingga kedalaman 200 meter untuk mencapai bibir sungai. Selain itu banyak semak belukar dan bebatuan di sekitar sungai lokasi pencarian," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved