Dirut PT Kiat Unggul, Manajer dan Supervisi Pabrik Mancis Ilegal Segera Disidangkan

kurun 20 hari masa penutupan, Kejari Binjai segera menyidangkan ketiga tersangka ke PN Binjai.

Dirut PT Kiat Unggul, Manajer dan Supervisi Pabrik Mancis Ilegal Segera Disidangkan
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Bos pabrik korek api gas (mancis), Indramawan selaku Direktur Utama PT Kiat Unggul operasi perakitan mancis berbahan kimia yang mudah meledak sebagai kerajinan tangan di Mapolres Binjai, Senin (24/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Tiga orang, Direktur PT Kiat Unggul bersama manajer dan supervisi kini telah dibantarkan ke Lapas Klas IIA Binjai. Kejaksaan Negeri Binjai sudah menahan ketiga tersangka kebakaran korek gas dari penyidik Satreskrim Polres Binjai .

Dijadwalkan, kurun 20 hari masa penutupan, Kejari Binjai segera menyidangkan ketiga tersangka ke PN Binjai.

Kasi Intelijen Kejari Binjai, Erwin Nasution menjelaskan, akan melimpahkan tiga berkasnya ke Pengadilan Negeri Binjai paling lama 20 hari jika tidak ada perpanjangan masa tahanan.

"Saya belum tahu kapan akan dilimpahkan dan sidangnya. Pastinya sesuai prosedur ya dalam 20 hari ke depan ini akan sidang. Bisa juga ada perpanjangan masa tahanan kan. Tapi biasanya 20 hari sudah kita sidang kan, " kata dia, Rabu (11/9).

Erwin membeberkan, berkas perkara ketiga tersangka dikirim secara terpisah. Jaksanya penuntut umum dibentuk tim untuk melakukan penuntutan.

"Ada timnya jaksa. Kalau menurut SPDP, terpisah mereka tiga. Nanti kalau sudah ada nama-nama JPU ya saya kabari ya," tandasnya.

Diketahui, Polres Binjai menetapkan ketiga nama terkait sebagai tersangka sejak 22 Juni 2019 lalu. Ketiga tersangka dijerat polisi dengan pasal berlapis atas tewasnya 30 pekerja pabrik secara tragis, terpanggang di dalam pabrik.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal berlapis.
Direktur Utama PT Kiat Unggul, Indramawan disangka melanggar 359 KHUP (kelalaian mengaakibatkan matinya orang lain), lalu Pasal 188 KUHP (kelalaian yang menyebabkan kebakaran yang menyebabkan matinya orang lain), Pasal 61, Pasal 62 Nomor 26 Tahun 2017 tentang penataan ruang, Pasal 109 UU nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Perlindungan Anak Pasal 76 H, dan 76 I Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2002, Pasal 90 (1), 185 Ayat 1 UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Manajer pabrik, Burhan dikenakan Pasal 359 KHUP (kelalaian mengaakibatkan matinya orang lain), lalu Pasal 188 KUHP (kelalaian yang menyebabkan kebakaran yang menyebabkan matinya orang lain), UU No 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, UU Perlindungan Anak Pasal 76 H, dan 76 I Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2002.

Supervisi pabrik, Lismawarni disangka melanggar 359 KHUP (kelalaian mengaakibatkan matinya orang lain), lalu Pasal 188 KUHP (kelalaian yang menyebabkan kebakaran yang menyebabkan matinya orang lain), Pasal 74 Huruf D dan Pasal 183 UU tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved