Divonis Hukuman Mati, Terdakwa Kurir Sabu 55 kg Hendri Yosa Menggeleng dan Terbengong

Dominggus menegaskan bahwa hukuman mati perlu bagi para kurir karena tanpa adanya kurir para gembong narkoba tidak bisa bergerak.

Divonis Hukuman Mati, Terdakwa Kurir Sabu 55 kg Hendri Yosa Menggeleng dan Terbengong
Tribun Medan / Victory
Terdakwa kurir sabu 55 kg dan 10.000 pil ekstasi, Hendri Yosa alias Hendri (29) akhirnya diputus hukuman mati oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (11/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa kurir sabu 55 kg dan 10.000 pil ekstasi, Hendri Yosa alias Hendri (29) akhirnya diputus hukuman mati oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (11/9/2019).

Warga Jalan Punteuet Meuraksa Desa Blang Cut Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe, Aceh ini terbukti bersalah melanggar pasal Pidana Pasal 114 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dengan ini menyatakan terdakwa Hendri Yosa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pidana Pasal 114 (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dan menjatuhkan terdakwa dengan hukuman mati," ungkap Hakim Ketua Dominggus Silaban.

Bagi Majelis Hakim hal yang memberatkan terdakwa karena dapat merusak generasi muda 500 ribu jiwa serta dapat menimbulkan tindak pidana lainnya seperti begal dan bisa menghilangkan nyawa karena overdosis.

Dominggus menegaskan bahwa hukuman mati perlu bagi para kurir karena tanpa adanya kurir para gembong narkoba tidak bisa bergerak.

"Mata rantai narkotika ini harusnya diputus, karena peran yang signifikan yang dilakukan para kurir. Karena tanpa adanya kurir para gembong tidak mampu mengedarkan. Tujuan hukuman mati agar menciutkan nyali para pelaku lainnya untuk melakukan," ungkap Dominggus.

Namun, hal yang meringankan disebutkan hakim tidak ada. "Hal yang meringkankan tidak ada hal tersebut tetap adil sesuai dengan Undang-Ungdang," terang Hakim.

Terdakwa yang hanya memakai kaos berwarna cokelat dengan celana cokelat ini tampak berdiri dan saat disebutkan hukuman mati, terdakwa hanya bisa menggelengkan kepalanya. Seakan tak percaya dengan putusan tersebut.

Setelah diputus, ia terbengong. Dia hanya bisa sesekali menatap ke arah pengacaranya Evaria Ginting saat ditanya Hakim upaya hukum yang bisa dilakukan setelah putusan.

Saat digiring menuju sel tahanan sementara PN Medan, pria 29 tahun ini hanya bisa diam dan hanya diam.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved