Dua Kelompok Masyarakat Bertikai Diduga soal Lahan, Batas Kaban Tewas Dibacok OTK

Akibat dari pertikaian dua kelompok warga itu, Batas tewas dengan luka bekas bacokan di kepala

Dua Kelompok Masyarakat Bertikai Diduga soal Lahan, Batas Kaban Tewas Dibacok OTK
TRIBUN MEDAN/HO
Polsek Mardinding berhasil mengamankan 12 orang pelaku yang terlibat pertikaian hingga menyebabkan nyawa Batas Ukur Kaban melayang, Rabu (11/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, LAUBALENG - Seorang pria paruh baya bernama Batas Ukur Kaban, dikabarkan tewas di tangan Orang Tak Dikenal (OTK). Menurut informasi, pria 50 tahun itu tewas usai perkelahian yang terjadi antara sekelompok OTK dengan masyarakat di Desa Mbalmbal Petarum, Dusun Paya Mbelang, Laubaleng, Rabu (11/9/2019).

Akibat dari pertikaian dua kelompok warga itu, Batas tewas dengan luka bekas bacokan di kepala, punggung dan lengan kiri korban. Menurut informasi, korban diserang oleh belasan orang ini diduga motif permasalahan perebutan lahan.

Di mana pada saat kejadian korban bersama dengan warga lain, sedang mematok lahan atau tanah di lokasi perjalangan Mbal Mbal Nodi, yang sampai saat ini status lahan masih bersengketa. Kemudian, korban didatangi oleh belasan orang yang mengendarai sebuah mobil.

Menurut informasi dari Kepala Desa Mbalbal Petarum Sukat Milala, saat itu sempat terjadi percekcokan antara kedua belah pihak. Hingga akhirnya terjadi pengeroyokan dan pembacokan kepada korban. Dirinya menyebutkan, atas peristiwa itu korban mendapatkan luka bacokan di bagaian tangan, dan punggung.

"Korban bersama warga sedang di lahan, terus datang para pelaku dan melakukan pembacokan kepada korban menggunakan senjata tajam. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Lau Baleng untuk mendapatkan pertolongan, tapi nyawanya tidak tertolong," ujar Sukat.

Kapolsek Mardinding AKP L Marpaung, membenarkan adanya peristiwa pertikaian antara dua kelompok warga yang menewaskan Batas. Dirinya menyebutkan, setelah mendapatkan laporan dari warga pihaknya langsung menuju ke TKP.

Dirinya mengungkapkan, setelah mendapatkan informasi yang cukup pihaknya berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai pengeroyokan.

"Iya memang benar ada kejadiannya, dan ini kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku," ucap Marpaung, via seluler.

Dirinya menyebutkan, hingga saat ini pihaknya telah berhasil mengamankan sedikitnya 12 orang terduga pelaku penganiayaan. Selain itu, dirinya juga mengatakan dari tangan para pelaku disita barang bukti senjata tajam berupa parang.

"Kita sudah menangkap pelaku ada 12 orang, dan ada barang bukti 10 parang. Ini masih kita lakukan pengembangan lagi," katanya.

Marpaung menjelaskan, dari seluruh pelaku ialah Beri Sembiring (20) warga Desa Berastepu, Raifan Ginting (30) warga Binjai, Muhammad Rohim (27) warga Kabanjahe, Haidir (25) warga Binjai. Kemudian Irwan (48) warga Binjai, Priono (27) Langkat, Mulianta Sitepu (32) warga Langkat, Riski Sitepu (25) warga Kab. Karo, Alwin (45) warga Binjai, Edi Markoni Sembiring (31) warga kab. karo, Julkifli Rangkuti (39) warga Binjai. Selanjutnya Dion Ginting (23) warga Binjai.

Marpaung mengatakan, selain melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku yang telah berhasil diamankan, pihaknya juga masih melakukan pengembangan lagi. Dirinya mengaku, saat ini pihaknya masih mengejar pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri.

"Ini kita lagi ngejar satu pelaku lagi yang berhasil lari naik mobil Fortuner, sementara pelaku yang lainnya masih kita periksa," ungkapnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved