Gelapkan Plafon Perusahaan Senilai Rp 802 Juta, Tujuh Karyawan Duduk di Kursi Pesakitan PN Medan

Ketujuh terdakwa selama persidangan tampak kompak tertunduk lemas dan hanya bisa mengepal tangannya di antara sela kakinya.

Gelapkan Plafon Perusahaan Senilai Rp 802 Juta, Tujuh Karyawan Duduk di Kursi Pesakitan PN Medan
Tribun Medan / Victory
Tujuh karyawan harus duduk di kursi pesakitan karena didakwa melakukan penggelapan sebesar Rp 802 juta di perusahaan CV 3A di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tujuh karyawan harus duduk di kursi pesakitan karena didakwa melakukan penggelapan sebesar Rp 802 juta di perusahaan CV 3A di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/9/2019).

Ketujuh terdakwa yakitu Syahroni (31) selaku Kepala Gudang I Bagus Plafon di Perusahaan CV 3A, Raimundus Oenunu (30) selaku Kepala Gudang 2 di perusahaan CV 3A. 

Lima terdakwa lainnya merupakan karyawan ada M Pra Aditya Nasution (23) dan Sawaludin (19) selaku Sales di perusahaan CV 3A sedangkan M Anwar (31) dan Jhun Suprayoga (29) serta terdakwa Dedi Susanto (32) selaku Supir di perusahaan CV 3A.

Ketujuh didakwa bersengkongkol melakukan penggelapan barang hingga merugikan keuangan perusahaan sebesar Rp 802.843.500.

Dalam persidangan yang beragendakan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Henti Pasaribu mengatakan kasus bermula pada tahun 2016 dimana terdakwa Syahroni menjabat sebagai Kepala Gudang I yang bertugas dan bertanggung jawab sebagai penerima dan mengeluarkan barang dari CV3A.

Selain itu terdakwa Syahroni bertugas melihat kwitansi barang yang masuk ke CV 3A dan membuat laporan pengantaran harian barang dan yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan CV3A Hendra Kusuma selaku pemilik dari perusahaan.

Sedangkan terdakwa Raimundus Oenunu menjabat sebagai Kepala Gudang II yang juga bertanggung langsung kepada saksi korban.

"Pada tahun 2016 terdakwa Syahroni bekerja sama sekaligus diajarkan cara melakukan penipuan atau penggelapan dalam jabatan oleh Fariz dan Mayang (sebagai Admin yang telah Resign pada tahun 2017) yang merupakan karyawan Perusahaan CV 3A bertugas membuat bon palsu agar barang yang akan digelapkan oleh terdakwa Syahroni dapat dikeluarkan dari Gudang," terang JPU.

Selain itu, Faris dan Mayang juga bertugas untuk tidak memasukkan data barang-barang yang keluar dari Gudang ke data penjualan perusahaan.

Adapun barang yang telah digelapkan terdakwa Syahroni adalah berupa barang jenis Plafon merk Bagus Plafon PVC milik Perusahaan CV 3A.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved