Pakar Hukum Pertanyakan SOP Perpindahan Uang dari Bank atau Pemprov Sumut:Setidaknya Ada Pengamanan

Sejumlah pertanyaan muncul kepermukaan. Mulai dari saat pengambilan uang tidak dilengkapi petugas keamanan.

Pakar Hukum Pertanyakan SOP Perpindahan Uang dari Bank atau Pemprov Sumut:Setidaknya Ada Pengamanan
TRIBUN MEDAN/M Andimaz Kahfi
Pakar Hukum Pertanyakan SOP Perpindahan Uang dari Bank atau Pemprov Sumut:Setidaknya Ada Pengamanan . Suasana di parkiran Pemprovsu tempat uang sebesar Rp 1,67 miliar hilang. 

Pakar Hukum Pertanyakan SOP Perpindahan Uang dari Bank atau Pemprov Sumut:Setidaknya Ada Pengamanan

TRIBUN-MEDAN.com- Pakar Hukum Pertanyakan SOP Perpindahan Uang dari Bank atau Pemprov Sumut:Setidaknya Ada Pengamanan .

Uang sebesar Rp 1.672.985.500 milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang diletakkan di dalam mobil terparkir di halaman parkir dekat pos sekuriti Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Kecamatan Medan Polonia, hilang pada Senin (9/9/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sampai saat ini belum diketahui kemana rimbanya uang tersebut. Sejumlah pertanyaan muncul kepermukaan. Mulai dari saat pengambilan uang tidak dilengkapi petugas keamanan.

Kemudian, uang ditinggalkan begitu saja di pelataran parkir. Bahkan uang yang berada di jok belakang mobil, ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama mulai pukul 15.40-17.00 WIB, ada jangka waktu sekitar 80 menit uang ditinggalkan.

Apalagi uang dengan jumlah miliaran itu, informasinya uang untuk pembayaran honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) yang diambil secara tunai.

Menanggapi soal itu, Pakar Hukum Nuriono, SH, MHum, mengatakan bahwa seharusnya ada SOP dari pihak Bank maupun Pemprovsu terkait dengan perpindahan uang. Apalagi uang bukan dalam jumlah kecil.

Baca: TERLACAK, Dukun Santet yang Disewa Aulia Kesuma untuk Bunuh Suami dan Anak Tiri, Kini Diburu Polisi

Baca: Terlalu Takut Bilang ke Ibunya, Gadis Ini Biarkan Payudaranya Membusuk karena Kanker

Baca: Driver GoJek dan Grab Geruduk Kantor Konsulat Malaysia, tak Terima Pengusaha Malaysia Hina Indonesia

"Setidaknya ada bantuan pengamanan baik itu Sekuriti maupun Polisi, sedangkan di Pemprovsu ada Satpol PP yang bisa membantu pengamanan. Ini sebuah kelalaian berdampak sangat besar uang Rp 1,67 miliar itu bukan kecil," kata Nuriono, Rabu (11/9/2019).

Nuriono menuturkan bahwa ada dua hal yang pasti berkembang. Kalau kesalahan dari dalam, tentu disebabkan yang memegang uang tidak meminta bantuan pengamanan.

Apalagi ia bisa meninggalkan uang dalam kondisi yang tidak aman di pelataran parkir tanpa ada orang lain yang menjaga.

Baca: Puting Beliung Hantam Tiga Kecamatan di Asahan, Tujuh Rumah dan Satu Tower Rusak Serta

Baca: Bruno Casimir Tak Khawatir PSMS Sudah Kalah 2 Kali Berturut-turut, Yakin Pelatih Baru Bawa Hoki

Baca: BREAKING NEWS - Driver Ojek Online Geruduk Konjen Malaysia, Minta Bos Taksi Malaysia di Hukum

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved