Penganiayaan Anggota Keluarga Sedarah, Majelis Hakim Masih Sarankan Berdamai

Hakim Ketua Nazar sempat meminta agar terdakwa dengan para korban untuk dapat berdamai karena merupakan satu keluarga kandung.

Penganiayaan Anggota Keluarga Sedarah, Majelis Hakim Masih Sarankan Berdamai
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Kasus penganiayaan dengan terdakwa Ramly Hati alias Asim (52) terpaksa ditunda Pasalnya, salah satu hakim anggota berhalangan hadir, Rabu (11/9/2019) di Pengadilan Negeri Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus penganiayaan yang dilakuakn terdakwa Ramly Hati alias Asim (52) terpaksa ditunda pasalnya satu hakim anggota berhalangan hadir, Rabu (11/9/2019) di Pengadilan Negeri Medan.

Pantauan Tribun, terdakwa yang mengenakan kemeja putih sudah siap mengikuti sidang dengan duduk di kursi pesakitan, Ruang Cakra III.

Bahkan para saksi korban dalam perkara ini juga sudah dihadirkan di persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arta Sihombing.

"Ibu ini (hakim Sabarulina Ginting) cuma sebagai pengganti aja. Karena hakim anggota satu lagi berhalangan hadir. Jadi kita tunda persidangan ini," ungkap Hakim Ketua Nazar Efriandi sambil menunjuk hakim sebelahnya.

Sebelum menutup sidang, Hakim Ketua Nazar sempat meminta agar terdakwa dengan para korban untuk dapat berdamai karena merupakan satu keluarga kandung.

Ia juga mengingatkan Jaksa Arta untuk kembali menghadirkan para saksi korban pada persidangan pada depan 17 September 2019.

"Jaksa hadirkan saksi korban pada persidangan pekan depan. Kalau bisa terdakwa dan korban berdamai lah. Masih satu keluarga kandung kan ?. Tidak semua bisa diselesaikan dengan ribut," pungkas Hakim seraya mengetuk palu.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Arta Sihombing, dijelaskan kejadian bermula pada 7 April 2019 di Jalan Gatot Subroto Nomor 75 Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah, saksi korban yakni Lienawati alias Lie Chje Fong sedang berada di lantai 3 untuk sembayang.

Dimana pada saat itu korban naik ke lantai 4 menuju lantai 5. Disitu korban mendengar terdakwa Ramly Hati sedang berkata kepada saksi Syafrizal alias Rizal dengan mengatakan: "lu masuk kerja jam berapa, pulang jam berapa". Dijawab Syafrizal: "saya masuk jam 8 pagi pulang jam 5 atau jam 6".

"Selanjutnya, terdakwa kembali berkata: "kalau aku mau datang lu harus bukain pintu ya, jangan coba cari-cari alasan buat gak buka pintu". Lalu Saksi Lisam juga ikut dalam pembicaraan dan mengatakan: "lu makan gaji sama siapa". Terdakwa menjawab: "sanggup kok aku kasih gaji sama kau," ungkap Jaksa menirukan.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved