Politisi Ini Mendesak Pemkab Deliserdang Mekarkan Percut Seituan jadi Tiga Kecamatan

Karena jumlah penduduknya begitu banyak dan wilayahnya begitu luas disebut pantas Kecamatan Percut Seituan dimekarkan menjadi tiga Kecamatan.

Politisi Ini Mendesak Pemkab Deliserdang Mekarkan Percut Seituan jadi Tiga Kecamatan
Tribun Medan / doc
Anggota DPRD DELISERDANG, Misnan Al Jawi 

TRIBUN-MEDAN.com- Pemekaran Kecamatan Percut Seituan dan Kecamatan Hamparan Perak serta Penataan Kecamatan Sunggal dan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang belum juga terealisasi hingga saat ini.

Meskipun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai hal tersebut sudah masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) namun hingga kini belum ada keseriusan dari Pemkab maupun DPRD.

Walaupun jumlah penduduknya begitu jauh lebih besar dari 25 Kabupaten Kota di Sumatera Utara namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kapan hal tersebut akan terealisasi.

Anggota DPRD Deliserdang, Misnan Al Jawi menyebut Percut Seituan wajib untuk dimekarkan. Karena jumlah penduduknya begitu banyak dan wilayahnya begitu luas disebut pantas Kecamatan Percut Seituan dimekarkan menjadi tiga Kecamatan. Karena di Kecamatan itu ada 18 Desa dan 2 Kelurahan sudah memenuhi syarat kalau dimekarkan menjadi tiga Kecamatan.

"Karena terlalu banyak penduduknya dan besarnya wilayah membuat pelayanan kurang memuaskan dirasakan masyarakat. Bayangkan saja jumlah penduduknya itu lebih besar dari 25 Kabupaten Kota di Sumatera Utara ini. Sekarang saja penduduknya itu diatas 450 ribu jiwa, bayangkan hanya ada satu kantor Kecamatan untuk melayani masyarakat yang begitu banyak,"kata Misnan.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyebut banyak efek lain sehingga memang wajib Kecamatan Percut Seituan dimakamkan secepatnya.

Selain persoalan pelayanan infrastruktur, masalah pembayaran pajak juga tidak optimal didapat sehingga berpengaruh besar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dianggap jumlah personil dengan luas wilayah dan jumlah penduduk tidak lagi sebanding.

"Sebenarnya sumber PAD bisa diandalkan kalau dimekarkan ini secepatnya. Kecamatan Percut Seituan itu merupakan kawasan Industri, pertokoan setelah itu banyak juga restoran termasuk juga wilayah pertaniannya. Setelah periode yang baru ini, kita akan fokus sama pemekaran Kecamatan Percut Seituan ini. Karena waktu saat Pemilu efek terlalu besarnya wilayah dan banyaknya penduduk sangat kita rasakan,"kata Misnan.

Secara ideal Misnan mengatakan idealnya untuk Kecamatan Percut Seituan hanya terdiri dari Desa Tembung, Desa Sambirejo Timur, Desa Amplas, Desa Seirotan, Kelurahan Kenangan Lama dan Kelurahan Kenangan Baru. Kemudian untuk nama Kecamatan Baru pertama pantas digabung Desa Bandar Khalifah, Desa Bandar Klippa, Desa Bandar Setia, Desa Kolam, Desa Laut Dendang dan Desa Medan Estate. Selanjutnya Desa Sampali, Desa Saentis, Desa Cinta Rakyat, Desa Tanjung Rejo, Desa Tanjung Selamat, Desa Percut, Desa Cinta Damai dan Desa Pematang Lalang digabung dalam satu Kecamatan tersendiri lagi.

"Yang jelas saat Pemilu sangat menyusahkan petugas PPK dan PPS. Termasuk meresahkan Caleg karena jumlah TPS ada 1250 untuk satu Kecamatan. Deliserdang kan kemarin perhitungan surat suara terlama di Indonesia karena Percut Seituan ini lama siapnya karena banyaknya TPS. Inikan bisa melemahkan pesta demokrasi juga. Kalau jumlah penduduk Binjai, Tebing Tinggi ya masih jauh jumlahnya sama warga Percut Seituan,"kata Misnan.

Ia mengakui bahwasanya persoalan pemekaran ini sudah sempat dibentuk Pansusnya oleh DPRD. Namun diakui hal itu gagal terealisasi dan gagal karena menjelang pelaksanaan Pilkada.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved