Anggota DPRD Sumut Terpilih, Benny Sihotang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Proyek Pasar Horas

Sementara itu, Kasubdit Harda Bangtah AKBP Edison Sitepu menjelaskan, penetapan tersangka itu setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara.

Anggota DPRD Sumut Terpilih, Benny Sihotang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Proyek Pasar Horas
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Mantan Penjabat Dirut PD Pasar Horas Jaya Benny Sihotang berkemja kotak-kotak kecil di warung Rembo Jalan Cipto Pematangsiantar. 

Saya minta Wali Kota dan Sekda diperiksa. kenapa? harus dikasih tahu IMB itu kenapa gak keluar. Sudah kita mohonkan saat saya diperiksa," ujarnya via seluler, Kamis (5/9/2019).

Benny menjelaskan saat mengajukan pengurusan IMB di Dinas Perizinan dan Penanaman Modal terdengar dugaan Sekda Budi Utari Siregar menahan penerbitan.

Benny pun sempat menanyakan itu, tetapi Budi membantah hal itu.

"Ketika saya di sana (Siantar) dibilang sekda yang menahan.

Sekda bilang gak ada.

Kenapa saya yang disalahkan.

Investor menilai saya yang menipu karena tekenan saya saat kerja sama," katanya.

Kata Benny, investor mengalami kerugian karena sudah merancang pembangunan dengan membayar tenaga teknik dan arsitektur.

"Sudah kerja sama tidak bisa dibangun, dianggap aku penipu.

Padahal, dia (investor) sudah membayar teknik sipil dan arsitek untuk perancangan.

Udah banyaklah dia uang keluar. Itulah diadukannya aku pribadi," ungkapnya.

Menurut Benny, seluruh persyaratan dalam mengurus IMB sudah dipenuhi.

Ia berharap penyidik fokus kenapa IMB tak diterbitkan. Benny juga meminta perlindungan hukum dalam perkara ini.

"Saya mau tahu saja di Siantar itu ngurus IMB apa saja.

Apa syarat yang belum kami penuhi.

Tapi tak keluar-keluar.

Sehingga investor ini mengadukan saya," ujarnya.

Benny yang memang berpengalaman mengurusi pasar mengaku menyesal menjabat Dirut PD Pasar Horas Jaya Kota Pematangsiantar.

Ia menyayangkan sikap masyarakat Siantar yang menolak pembangunan.

"Mau membangun saya diributi. Terus terang nyesal kali aku datang ke Siantar.

Bodoh kali aku dari Dirut 56 pasar jadi dua pasar.

Hanya karena kampung orang tua saja, datanglah aku ke situ,"katanya.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved